Siswa dan Guru SMK Tingkatkan Daya Saing Global Lewat Program Sertifikasi TOEIC Kemendikdasmen

Pinrang — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMK memfasilitasi puluhan siswa dan tenaga pendidik untuk mengikuti program sertifikasi bahasa asing berbasis Test of English for International Communication (TOEIC) guna memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja internasional, yang puncaknya diselenggarakan di Laboratorium Komputer dan Lab RPS DKV pada 12 hingga 13 Agustus 2026.
Pelaksanaan uji sertifikasi ini diikuti oleh 48 siswa pada gelombang pertama, Selasa (12/8), serta 15 guru dan tenaga kependidikan pada Rabu (13/8). Seluruh rangkaian kegiatan yang menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) ini berlangsung secara aman, tertib, dan berada di bawah pengawasan langsung lembaga resmi berlisensi yang ditunjuk Direktorat SMK.
Program bantuan pemerintah ini dirancang khusus untuk mengukur kemampuan membaca (reading) dan mendengarkan (listening) dalam bahasa Inggris, sekaligus memberikan sertifikat resmi yang diakui secara global tanpa melibatkan penyerahan dana tunai kepada pihak sekolah maupun siswa. Sebelum menghadapi tes utama tersebut, para peserta telah lebih dahulu mengikuti asesmen awal melalui tes VIERA (Vocational Institutional English Readiness Assessment) pada 27 Juni 2026 guna mengukur tingkat kesiapan mereka.
Berdasarkan hasil pengujian TOEIC, predikat nilai tertinggi kategori siswa berhasil diraih oleh Haikal Junior Thomas, siswa Kelas XII jurusan NKN, dengan perolehan skor 515. Sementara itu, untuk kategori guru dan tenaga kependidikan, skor tertinggi diraih oleh Dedi Setiawan, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMKN 7 Pinrang menyampaikan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk mengukur kompetensi bahasa Inggris warga sekolah, khususnya pada aspek listening dan reading.
“Kami bersyukur program dari Direktorat SMK Kemendikdasmen ini dapat berjalan dengan aman dan tertib. TOEIC menjadi tolok ukur penting agar siswa dan guru kami memiliki bukti kompetensi bahasa Inggris yang diakui secara internasional, khususnya untuk mendukung semua jurusan dan program link and match dengan industri,” ungkapnya.
Siswa maupun guru yang telah menyelesaikan tes ini nantinya akan menerima sertifikat resmi internasional. Dokumen tersebut diharapkan mampu menjadi nilai tambah yang signifikan bagi alumni SMK dalam menghadapi persaingan dunia profesional yang semakin mengglobal.
Sertifikat TOEIC ini tidak hanya menjadi bukti kompetensi bahasa Inggris yang valid secara internasional, tetapi juga menjadi modal strategis bagi lulusan SMK untuk menembus bursa kerja global maupun melanjutkan pendidikan tinggi termasuk bagi guru atau tenga kependidikan yang membutuhkan.(*)



