Daerah

Cabdis Pendidikan Wilayah VIII Siapkan UKK 2026, Sosialisasikan Juknisnya

PAREPARE – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Barru-Parepare-Pinrang akan menyelenggarakan rapat persiapan Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun 2026. Kegiatan yang menghadirkan seluruh kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-Wilayah VIII dan panitia pelaksana yakni wakil kepala sekolahnya.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait pelaksanaan ujian serta memastikan kesesuaian dengan petunjuk standar pelaksanaannya dan kebutuhan industri.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (03/02/2026) pukul 13.30 Wita di Aula  SMK Negeri 1 Barru, Jalan Jenderal Sudirman No.123, Kelurahan Barru Kota, Kabupaten Barru.

Acara ini merupakan tindak lanjut resmi dari Surat Direktor Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 0016/D2/DV.00.01/2026 tentang Sosialisasi Pedoman Penyelenggaraan UKK Tahun 2026.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa tahun ini, pelaksanaan UKK akan dilakukan persiapan lebih awal.

“UKK dimulai dengan persiapan awal dengan sosialisasi juknis sehingga pemahaman lebih sama dan seragam,” katanya.

Lanjutnya, ” bertujuan agar verifikasi data berjalan lebih cepat dan meminimalkan kesalahan administrasi dan pelaporan.”

Menurutnya, persiapan dini dan pemahaman bersama antar pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan UKK. “Kita perlu memastikan setiap sekolah memiliki pemahaman yang sama terkait tujuan, mekanisme, dan standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. Hal ini akan menjamin pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Kepala Seksi SMK Wilayah VIII Muhammad Hayat NT menegaskan bahwa UKK bukan hanya syarat wajib kelulusan, tetapi juga menjadi bukti kemampuan praktis siswa yang diakui secara nasional dan direkomendasikan oleh industri.

“Pedoman pelaksanaan UKK Tahun 2026 telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini dan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKN). Tujuannya agar lulusan SMK kita memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelasnya.

 Ia menambahkan bahwa kerjasama dengan mitra industri akan menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan ujian.

 “Kita akan menyelaraskan materi ujian dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga benar-benar siap untuk terjun ke lapangan kerja,” ucapnya.

 Pada kegiatan akan dibahas beberapa materi utama, Pedoman lengkap penyelenggaraan UKK 2026, termasuk persyaratan administrasi, teknis kelengkapan lokasi ujian, dan protokol keamanan.

Selain itu, mekanisme penilaian oleh asesor kompetensi bersertifikat serta standar objektif penilaian. Juga dibahas tentang standar instrumen uji berbasis modul praktik dan proyek nyata. Muhammad Hayat menambahkan, “kegiatan ini perlu kita lakukan sebagai mitigasi jika sekiranya ada kendala yang mungkin terjadi, dan melalui ini kita bjsa merancang dan menyusun  Rencana Kerja Persiapan UKK dan melaporkan.” (aldhy)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda