Budaya & Sastra

Sekapur Sirih Acara Mappacci dari Suku Bugis

Oleh: Muhammad Sultan, S. Pd

Dalam adat masyarakat Bugis, proses pernikahan mempunyai beberapa rangkaian acara, salah satunya adalah ” Mappacci”. Mappacci bermakna sebagai penyuciaan bagi calon mempelai dari segala kotoran, dosa atau keburukan lainnya yang pernah dilakukan, baik di sengaja maupun tidak di sengaja. Sehingga ketika memasuki pernikahan ia dalam keadaan yang suci, bersih jiwa dan raga. Sebagaimana kesucian pernikahan itu sendiri.

Mappacci berasal dari kata” Pacci” . Pacci adalah tumbuhan berdaun sejenis daun kelor, yang bila dihubungkan dengan Bahasa Bugis memiliki makna” Paccing” artinya bersih atau suci.

Dalam sastra Bugis terdapat sebuah Pantun yang berbunyi” Dua Kuala Sappo” Unganna panasae na beli kanuku” artinya ada 2 kejadian pagar yaitu kembang nangka dan penghias kuku.

Kembang nangka, dalam bahasa Bugis dinamakan “lempu”  disamakan dengan kata” lempu” atau jujur.

Penghias kuku namanya “Pacci” yang dihubungkan dengan kata Paccing yang artinya bersih atau suci. Jadi makna pantun di atas adalah  “kejujuran dan kesucian” . Merupakan benteng dalam kehidupan, karena kejujuran dan kesucian adalah penjelmaan dari pancaran kalbu seseorang.

Perlengkapan dan maknanya:

Perlengkapan yang disiapkan dalam acara mappacci, terdiri dari berbagai benda sebagai simbol, yang masing-masing mengandung arti dan makna tersendiri yaitu:

1. Bantal

Bantal dihiasi seindah mungkin dan diletakkan di depan calon mempelai.

Bantal tersebut terbuat dari kapas, sebagai simbol kemakmuran, berfungsi sebagai pengalas kepala, artinya kehormatan atau martabat. Bantal ini mengandung makna kemakmuran, atau martabat dalam bahasa Bugis di sebut ” mappakalebbi”.

2. Sarung

Sarung disusun sebanyak tujuh lembar di atas bantal dan di bentuk sedemikian rupa, bermakna “prestise ” atau harga diri. Sedangkan jumlah tujuh diartikan bahwa suatu pekerjaan yang terbaik dalam bahasa Bugis disebut ” tujui” atau ” mattujui”.

3. Daung pisang

Daun pisang diletakkan di atas bantal yang telah dilapisi sarung tujuh lembar, melambangkan atau bermakna” kehidupan yang sambung menyambung” seperti daun pisang di alamnya senantiasa tumbuh saling berganti. Daun tua belum layu telah tumbuh daun muda, yang dalam bahasa Bugis disebut” maccolli maddaung”.

4. Daun nangka ( panasa)

Dirangkaikan sebanyak 7 atau 9 lembar dan diletakkan di atas daun pisang. Melambangkan harapan bagi calon pengantin dalam bahasa Bugis disebut” Minasa” atau ” mamminasa”  yang berarti cita-cita yang luhur.

5 Benno

Benno adalah gabah / padi yang telah disangrai hingga mekar

(Mpenno). Diletakkan di atas piring. Melambangkan atau bermakna sebagai suatu harapan agar calon mempelai mendapat keturunan yang baik. Dalam bahasa Bugis di sebut” mpenno eialei’ .

6. Tai wani ( Patti)

Tai wani atau Patti adalah sejenis lilin dari lebah. Dalam kehidupan modern ini. ” Tai wani diganti dengan “lilin ” melambangkan suluh atau penerang, yang bermakna agar perjalanan kedua mempelai senantiasa mendapat jalan yang terang dan damai dalam kehidupannya, sebagaimana kehidupan masyarakat lebah.

7. Daun Pacci

 Dahulu daun Pacci ditumbuk halus, ditempatkan di sebuah wadah yang disebut” bekkeng” bermakna kesatuan jiwa calon mempelai, sehingga tercipta kerukunan dalam rumah tangga.

Sekarang ini Pacci tidak lagi di tumbuk tetapi diambil dengan tangkainya dan di tempatkan berdiri pada pada sebuah wadah.

8. Kelapa dan gula merah

Gula merah disimpan di dalam kelapa yang sudah dibelah melambangkan” cenning na lunra”. Bermakna kehidupan yang manis dan harmonis dalam rumah tangga yang senantiasa diharapkan bersama.

Kelapa adalah tumbuhan yang serba guna bermakna sebagai harapan bersama untuk menjadi manusia yang berguna bagi sesama dan alam sekitar.

Demikian sekelumit acara mappacci yang harus kita lestarikan sebagai warisan budaya leluhur bagi generasi yang akan datang.

“Bangsa yang besar tumbuh dari jati diri budaya bangsanya.”

(Sumber dari berbagai literasi budaya Bugis Makassar.)

Bulukumba, 03022022

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda