Opini

Pengalaman Pertama Belajar di Sekolah Sejak Menjadi Siswa SMA

Oleh: Ahmad Musyarraf (Siswa SMAN 3 Pinrang)

Sejak aku menjadi siswa di SMAN 3 Pinrang, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing akibat adanya pandemi COVID-19. Betapa inginnya diriku mengenakan seragam dan belajar di sekolah bersama teman-teman baruku. Bahkan liburan akhir tahun pelajaran pun, aku tidak bisa kemana-mana. Agar tetap produktif, aku putuskan mengerjakan sebuah proyek bisnis untuk diikut sertakan dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Malam yang begitu sunyi dengan alunan suara jangkrik yang bersautan, aku duduk di depan laptop mengerjakan proyek bisnisku. Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku berteriak kegirangan setelah mengeceknya, lantaran dalam pesan singkat tersebut berisikan informasi bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan di bulan Agustus mendatang dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan dan mendapat persetujuan dari orang tua/wali.

Hari yang paling aku nanti-natikan, Selasa (10/08/2021) adalah hari pertamaku mengikuti proses pembelajaran tatap muka di sekolah walau terbatas. Sesampaiku di sekolah, aku disambut oleh guruku di gerbang sekolah dan diarahkan untuk mencuci tangan serta dicek suhu badanku dengan menggunakan thermogun. Jika pada thermogun menunjukkan angka di atas 37 derajat Celsius, maka harus masuk ke ruangan isolasi yang disediakan sekolah dan tidak dapat mengikut proses pembelajaran tatap muka di kelas.  Untungnya, suhu badanku 36,2 derajat Celsius. Aku pun bergegas menuju ruang kelas. Saat aku berdiri di depan pintu kelas, aku disapa oleh teman-temanku yang duduk saling berjauhan. Kamipun berkenalan lebih lanjut dan saling berbagi pengalaman selama pandemi COVID-19. Ada yang harus membantu orang tuanya terlebih dahulu kemudian mengikuti proses pembelajaran secara daring, ada pula yang harus berbagi waktu menggunakan handphone dengan adik-adiknya untuk belajar, terkadang ada materi yang sangat sulit dipahami padahal sudah mencari beberapa penjelasan di berbagai sumber dan juga sudah bertanya via whatsapp dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan, bahkan adapula yang tidak mengikuti pembelajaran dengan alasan kuotanya habis. Berbagai kendala yang dialami selama pembelajaran daring yang membuat beberapa diantara kami menganggap bahwa pembelajaran daring ini membosankan dan hanya cocok untuk siswa(i) yang kemampuan ekonomi keluarganya menengah ke atas.

Tepat pukul 08.00 WITA bel berbunyi, yang menandakan proses belajar mengajar akan berlangsung. Setiap 60 menit, guru bergantian masuk ke kelas hingga pukul 11.15 WITA. Saat pergantian pelajaran kedua, kami diberi waktu 15 menit untuk menambah energi dengan menyantap bekal masing-masing tanpa harus meninggalkan posisi duduk. Diakhir proses pembelajaran, Ibu guru meminta salah satu dari kami menyampaikan kesannya setelah mengikuti proses pembelajaran tatap muka. Aku memberanikan diri mengacungkan tanganku dan aku pun langsung dipersilahkan untuk menyampaikan kesanku.

“Meskipun pembelajaran hari ini hanya dapat diikuti 16 siswa karena jumlah siswa di setiap ruangan kelas hanya boleh diisi maksimal 50% dari kapasitas ruangan, pembelajaran tatap muka pada hari ini sangatlah menyenangkan karena bisa berinteraksi secara langsung dengan guru dan teman-teman meskipun duduk saling berjauhan dan tidak dapat melihat wajah satu sama lain dengan jelas karena sebagian wajah kita ditutupi oleh masker. Selain itu, pembelajaran tatap muka dapat memudahkan kami yang mengalami kesulitan memahami materi karena dapat bertanya saat itu juga. Dan pembelaran hari ini jauh lebih efektif dibandingkan saat belajar secara daring. Maka dari itu, mari kita saling menjaga dan membantu melewati pandemi COVID-19 dengan usaha yang teguh disertai dengan doa. Tetap mendengarkan dan melaksanakan himbaun dari pemerintah untuk selalu menjaga protokol kesehatan serta selalu menjaga kebersihan. Sehingga pandemi COVID-19 akan berakhir secepatnya dan kami dapat belajar setiap harinya di sekolah selain hari libur“ ujarku dihadapan guru dan teman-temanku.

Tiba-tiba bel berbunyi yang berarti proses pembelajaran hari ini telah selesai. Kami diarahkan untuk langsung kembali ke rumah masing-masing dan diperingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan serta tidak mampir kemana-mana.#

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
23
+1
9
+1
14
+1
6
+1
4
+1
11
+1
17

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda