Inspektorat Sulsel Gelar Audit Maraton Dana BOSP di Pangkep, Sasar 49 SMA/SMK

PANGKEP – Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan kembali melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) secara estafet. Kali ini, pemeriksaan dipusatkan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), menyasar sebanyak 49 SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta.
Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 15 hingga 21 April 2026 ini menurunkan tim audit sebanyak tujuh orang. Pemeriksaan dipusatkan di SMAN 1 Pangkep sebagai titik kumpul bagi para kepala sekolah dan bendahara untuk menyerahkan serta mengonsultasikan laporan pertanggungjawaban mereka.
Apresiasi dan Komitmen Akuntabilitas
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pangkep, Drs. Jumain, M.Pd, menyampaikan apresiasinya atas kedatangan tim inspektorat. Menurutnya, audit rutin ini sangat penting agar pengelolaan dana pendidikan tetap berada di koridor petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Kami sangat mendukung pemeriksaan ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelaporan. Tujuannya agar pembelanjaan dana BOS semakin tepat sasaran dan akuntabel sesuai aturan yang ada,” ujar Jumain.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMAN 1 Pangkep, Syamsul Ardi. S. Pd. M. Pd menyambut baik penunjukan sekolahnya sebagai pusat kegiatan. Ia menilai proses ini bukan sekadar audit, melainkan ruang pembelajaran bagi satuan pendidikan.
“Melalui pemeriksaan ini, kami bisa mengetahui sejauh mana akuntabilitas laporan yang dibuat. Jika ada yang kurang tepat, kami langsung mendapat arahan untuk perbaikan ke depannya,” ungkapnya.
Suasana pemeriksaan di lokasi terpantau berlangsung kondusif dan komunikatif. Para bendahara dan kepala sekolah tampak tenang mengikuti prosedur, sementara tim inspektorat lebih banyak memberikan arahan edukatif terkait penyusunan laporan.
Namun, di balik suasana santai tersebut, terdapat dedikasi luar biasa dari sejumlah kepala sekolah yang berasal dari wilayah kepulauan terpencil. Mengingat geografis Kabupaten Pangkep yang luas dan berbatasan dengan provinsi lain, beberapa kepala sekolah harus menempuh perjalanan laut yang sangat panjang.

Salah satu momen haru terlihat saat beberapa kepala sekolah mengaku harus menempuh perjalanan hingga 32 jam menggunakan kapal Pelni demi mencapai lokasi pemeriksaan di daratan Pangkep. Meski harus menerjang ombak dan menghabiskan waktu berhari-hari di laut, antusiasme mereka untuk menuntaskan tanggung jawab administratif tidak surut.
Pemeriksaan maraton ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan administratif di tingkat sekolah. Inspektorat menekankan bahwa pendampingan yang diberikan selama masa pemeriksaan (15-21 April) bertujuan untuk memastikan setiap rupiah dana BOS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa di seluruh pelosok Kabupaten Pangkep. (Heryanto)



