Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Apresiasi Seleksi Puspresnas: Konsep Selektif dan Sangat Meriah

PAREPARE – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya pelaksanaan seleksi Ajang Talenta Diksus Wilayah III yang berlangsung di UPT SLB Negeri 1 Parepare, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Baharuddin Iskandar secara khusus menyoroti kinerja luar biasa dari Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, konsep acara yang dirancang sangat matang, mampu menyeimbangkan standar kompetisi yang tinggi dengan suasana yang membahagiakan.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras Kepala Bidang beserta seluruh jajaran di PKLK Disdik Sulsel. Mereka sukses meramu kegiatan ini dengan sangat baik. Proses seleksinya berjalan sangat selektif dan efektif sesuai standar nasional, namun suasananya tetap sangat meriah dan penuh sukacita. Ini adalah formula yang tepat, serius tapi tetap menyenangkan, sangat pas bagi karakter dan kebutuhan anak-anak kita,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan ajang resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang menjadi gerbang utama bagi para peserta untuk melangkah lebih jauh mewakili daerah pada ajang Pemilihan Pelajar Pemenang Nasional (Puspresnas) tingkat provinsi.
Ajang ini tidak sekadar perlombaan biasa, melainkan wadah pembuktian diri yang mempertandingkan berbagai kategori secara detail dan mendalam, terbagi dalam tiga sektor utama yang komprehensif.
Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) menjadi panggung ekspresi jiwa dan kreativitas yang tinggi. Di sini, peserta menampilkan bakat seni yang menguji kualitas suara, intonasi, dan interpretasi lagu.
Selain itu, terdapat pula pertunjukan seni tari yang memadukan keindahan gerak, kostum, dan ekspresi, baik dari tradisi maupun kreasi baru.
Tidak kalah menarik adalah bidang seni rupa dan kerajinan tangan juga menjadi sorotan utama, peserta menunjukkan ketelitian, imajinasi visual, dan keindahan hasil karya tangan yang memukau, mulai dari menggambar, melukis, hingga membuat kerajinan unik yang penuh makna.
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sektor ini menjadi ajang pembuktian fisik, mental, dan sportivitas yang tinggi. Berbagai cabang olahraga adaptif diperlombakan dengan aturan yang jelas dan disesuaikan dengan kemampuan siswa.
Kompetisi mencakup dan menguji kecepatan, kekuatan, dan koordinasi tubuh. Selain itu, menuntut kelincahan, strategi, serta kerjasama tim yang solid. Pertandingan berlangsung dengan semangat juang yang membara, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi di bidang olahraga.
Lomba Keterampilan Siswa (LKS adalah ajang yang sangat teknis dan mendalam, dirancang khusus untuk mengasah kemandirian dan kesiapan kerja para siswa. Peserta bersaing dalam berbagai bidang keahlian praktis yang sangat detail dan terukur. Di bidang tata boga, mereka menunjukkan kemampuan dalam pengolahan bahan, penyajian, dan cita rasa makanan yang memenuhi standar kuliner yang tinggi. Sementara itu, kompetisi tata busana menampilkan kreativitas dalam desain, menjahit, dan penataan busana yang rapi dan estetik. Tidak kalah penting adalah bidang tata graha yang menguji kemampuan dalam manajemen ruang, kebersihan, dan pelayanan. Selain itu, terdapat pula berbagai keterampilan teknis lainnya seperti kerajinan tangan, teknologi informasi, dan keahlian vokasi lainnya yang menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.
Hadir secara resmi membuka kegiatan, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sari Diana Muallim, menekankan visi besar di balik ajang ini.
“Anak-anak didik kita ini memiliki talenta yang luar biasa dan unik. Mereka hanya butuh dukungan, kesempatan, dan ruang yang lebih luas untuk bisa berkembang maksimal. Melalui ajang ini, kita buktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan diakui kemampuannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPT SLB Negeri 1 Parepare, Faisal Syarif, S.Pd., M.Kes., selaku tuan rumah, melaporkan dinamika partisipasi yang sangat positif.
“Alhamdulillah, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah peserta tahun ini meningkat sangat banyak dan signifikan. Tercatat ada sekitar 200 peserta yang ikut berpartisipasi. Ini membuktikan bahwa semangat dan minat anak-anak untuk berprestasi semakin hari semakin besar dan membara,” ungkapnya. (Aldhyhumascabdinpendwillviii)



