Seleksi O2SN Kabupaten Barru 2026 Digelar, Cabor Ikuti Juknis Puspresnas

BARRU – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII resmi menggelar ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMA, SMK Kabupaten Barru Tahun 2026. berlangsung Rabu, 20 Mei 2026, di SMA Negeri 1 Barru.
Penyelenggaraan ini berpedoman pada Surat Nomor 002/MGMP-PJOK/O2SN/SMA-SMK/IV/2026, bahwa seluruh ketentuan yang diterapkan sama persis dengan Petunjuk Teknis resmi yang diterbitkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) – BPTI Kemendikdasmen Tahun 2026.
Sesuai aturan pusat, jenjang SMA/SMK tahun ini hanya mempertandingkan lima cabang olahraga utama tanpa ada penambahan atau pengurangan nomor, yaitu atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat dan cabang panjat .
Untuk menjamin persaingan yang sehat dan menjaring atlet murni hasil pembinaan sekolah, panitia menerapkan persyaratan peserta yang sangat ketat sebagaimana tertuang dalam regulasi. Peserta wajib berstatus Warga Negara Indonesia, terdaftar aktif sebagai siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas 10 atau 11 pada tahun pelajaran 2025/2026, serta lahir paling muda tanggal 1 Januari 2008. Siswa yang lahir sebelum tanggal tersebut, meski masih bersekolah, dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Selain itu, calon peserta harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN yang valid dan tercatat resmi di pusat data, namun dilarang keras mengikuti jika pernah menjadi juara 1, 2, atau 3 pada O2SN tingkat nasional tahun sebelumnya. Peserta juga tidak boleh sedang atau pernah menjadi juara dalam kurun waktu 12 bulan terakhir pada ajang Popnas, Pospenas, Kejurnas, maupun kejuaraan internasional sejenis. Syarat mutlak lainnya adalah bukan merupakan binaan pusat pelatihan seperti PPLP, SLPN, CYATC, PPPLD, POP, atau sekolah khusus olahraga, karena O2SN dikhususkan bagi atlet yang dibina sepenuhnya di lingkungan sekolah. Peserta juga wajib sudah terdaftar secara daring lewat laman https://daftar-bpti.kemendikdasmen.go.id sebelum batas akhir 30 April 2026.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, mengucapkan syukur atas seleksi ini.
Sementara itu, Koordinator Teknis sekaligus narahubung panitia, Ady Sayuti, memberikan penjelasan lebih mendalam terkait teknis pelaksanaan dan harapan panitia. Ia menuturkan, sistem daring yang diterapkan tahun ini sengaja dipilih agar penilaian berjalan adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua ketentuan kami ikuti persis seperti yang tertulis di juknis pusat. Mulai dari jenis cabang, nomor lomba, sampai syarat peserta tidak ada yang kami ubah sedikit pun. Ini penting supaya siswa kita berkompetisi dengan aturan yang sama persis dengan teman-temannya di daerah lain,” ungkap Ady Sayuti.
Ia juga mengingatkan seluruh sekolah agar benar-benar teliti dalam mendaftarkan peserta, terutama terkait tahun kelahiran dan riwayat kejuaraan. “Jangan sampai ada yang gugur syarat di tengah jalan. Kami ingin yang bertanding benar-benar siswa yang dibina murni di sekolah, bukan atlet pelatihan khusus. Dari seleksi ini kami harap lahir wakil terbaik Barru yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan nanti,” tambahnya.
Dari seleksi yang ketat dan transparan ini, akan ditetapkan perwakilan terbaik Kabupaten Barru yang berhak membawa nama daerah berlaga di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai langkah awal menuju kancah kompetisi nasional.
(Aldhyhumascabdinpendwilviii)



