MPLS SMKN 1 Wajo: Perkuat Karakter, Perangi Narkoba

WAJO – Suasana Aula SMKN 1 Wajo tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 322 siswa baru dari 9 konsentrasi keahlian duduk dengan pandangan tertuju ke depan. Tidak ada raut tegang, yang ada hanyalah antusiasme tinggi dari remaja-remaja yang baru saja menapaki babak baru dalam hidup mereka: masa putih abu-abu.
Mereka sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru. Namun, alih-alih diisi dengan perpeloncoan kuno, SMKN 1 Wajo memilih cara yang jauh lebih visioner dan protektif. Mereka membekali para siswa dengan “perisai” untuk menghadapi ancaman nyata di era digital.

Sinergi Nyata: Menggandeng Aparat Penegak Hukum
Kepala SMKN 1 Wajo, Baharuddin, S.Pd., M.Pd., menyadari betul bahwa tantangan mendidik generasi hari ini tidak bisa hanya dipikul oleh pihak sekolah saja. Oleh karena itu, dalam agenda MPLS yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Juli 2026 ini, sekolah sengaja mendatangkan pemateri eksternal dari kepolisian.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki benteng mental yang kuat dari pengaruh buruk di luar sana,” ungkap Baharuddin.
Pada hari Selasa, 14 Juli 2026, giliran Tim Sat Res Narkoba Polres Wajo yang mengambil panggung. Dipimpin langsung oleh KBO Sat Res Narkoba Polres Wajo, IPDA Andi Pabbenteng Arman, S.H., M.A.P., para siswa disuguhkan materi krusial mengenai pencegahan Narkoba dan Napza. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, aparat kepolisian mengedukasi siswa tentang bahaya laten zat terlarang yang mengintai masa depan mereka.
Tak berhenti di situ, ancaman modern yang sedang marak di kalangan remaja—judi online—juga menjadi menu wajib edukasi. Pada Rabu, 15 Juli 2026, Kasium Polsek Tanasitolo, AIPTU Kusnadi Jabir, S.H., hadir membawakan materi pencegahan judi online. Di era di mana gadget berada di genggaman setiap anak, edukasi hukum dan dampak buruk judi siber ini menjadi peringatan keras sekaligus penyelamat bagi para siswa baru.

Melibatkan Orang Tua Sejak Hari Pertama
Keunikan MPLS di SMKN 1 Wajo sebenarnya sudah terasa sejak hari pertama. Mengusung konsep pelibatan menyeluruh, pihak sekolah memulai kegiatan dengan mengundang orang tua dan wali murid untuk duduk bersama.
Pada hari pertama tersebut, para guru SMKN 1 Wajo memberikan sosialisasi mendalam mengenai tata tertib sekolah, detail proses pembelajaran, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bisa mengasah bakat anak didik. Langkah ini diambil agar ada keselarasan radar antara pendidikan di sekolah dan pengawasan di rumah.

Secara keseluruhan, rangkaian MPLS ini dirancang secara matang dengan durasi satu hari pra-MPLS dan empat hari kegiatan inti. Selain diisi oleh pemateri eksternal dari Polres Wajo dan Polsek Tanasitolo, para guru internal SMKN 1 Wajo juga turun tangan langsung memberikan materi adaptasi dan pengenalan budaya sekolah.
Lewat kolaborasi apik antara pihak sekolah, kepolisian, dan orang tua, 322 siswa baru SMKN 1 Wajo kini tidak hanya resmi menjadi bagian dari keluarga besar sekolah, tetapi juga pulang dengan pemahaman baru: bahwa masa depan yang gemilang dipahat dari keputusan untuk menjauhi narkoba dan judi online. (muasri)



