Hebat 7 BERAKSI: Inovasi SDN 44 Dampang Mengubah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Menjadi Aksi Nyata

BULUKUMBA, Dunia Pendidikan – Sebuah gagasan sederhana dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 44 Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, kini dikembangkan menjadi sebuah inovasi sekolah bernama ” Hebat 7 Beraksi “.
Inovasi yang dikembangkan oleh Kepala SDN. 44 Dampang, Bapak Suarfan, S.Pd., ini berangkat dari sebuah pertanyaan sederhana : Bagaimana agar gerakan 7 kebiasaan anak indonesia hebat tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang dilakukan dan dirasakan oleh peserta didik setiap hari?
Pertanyaan tersebut kemudian melahirkan gagasan untuk menghadirkan sebuah pola pembiasaan yang lebih dekat dengan kehidupan anak di sekolah.
Kepala SDN 44 Dampang yang juga Ketua KKKS – SD Kec. Gantarang, Bapak Suarfan, S.Pd., mengatakan bahwa Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sendiri merupakan program nasional Kemendikdasmen yang mendorong anak membiasakan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Pemerintah menekankan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan berkembang menjadi budaya dan akhirnya tetinternalisasi sebagai karakter anak.
Namun, bagi SDN 44 Dampang yang dinahkodai oleh Bapak Suarfan, S.Pd., tantangannya bukan sekadar bagaimana menyampaikan tuju kebiasaan tersebut kepada peserta didik. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana membuatnya mudah dipraktikkan, menyenangkan, dipantau melibatkan guru dan orang tua, serta dapat menunjukkan perubahan prilaku siswa.

Dari Sinilah Hebat 7 Beraksi Lahir
Inovasi ini tidak mengubah tuju kebiasaan yang telah ditetapkan secara nasional. Sebaliknya, Hebat 7 Beraksi menjadi cara khas SDN.44 Dampang dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai kebutuhan dan kondisi sekolah.
Nilai inovasinya terletak pada proses mengemas, menggerakkan, mendampingi, memantau, dan mengevaluasi tuju kebiasaan tersebut menjadi sebuah ekosistem pembiasaan di tingkat sekolah.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diajak mengetahui apa itu kebiasaan baik, tetapi didorong untuk melakukan, mencatat, merefleksikan, dan mempertahankannya. Guru berperan sebagai pendamping dan teladan, sementara Orang tua dilibatkan untuk memperkuat pembiasaan di rumah.
Bapak Suarfan, S.Pd., mengemukakan bahwa untuk memperkuat implementasi, Hebat 7 Beraksi dikembangkan dengan berbagai perangkat pendukung seperti paspor Anak Hebat, Jurnal Pembiasaan, Kartu Monitoring Guru, Lembar Keterlibatan Orang tua, Rubrik Penilaian, serta Rekapitulasi perkembangan peserta didik. Dengan demikian, kegiatan pembiasaan tidak berhenti pada aktivitas seremonial ,tetapi diarahkan menjadi sebuah siklus perbaikan yang dapat dipantau dan dievaluasi.
Selain itu, kata beliau “Kami tidak menciptakan tujuh kebiasaan baru. Tuju kebiasaan itu adalah gerakan nasional. Yang kami lakukan adalah mencari cara agar kebiasaan tersebut benar-benar hidup dalam keseharian anak di sekolah dan di rumah “, demikian semangat yang menjadi dasar pengembangan Hebat 7 Beraksi.
Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini sejalan dengan arah gerakan 7 kebiasaan anak indonesia hebat yang menempatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter anak.
Bagi SDN.44 Dampang, keberhasilan inovasi bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari perubahan sederhana yang mulai terlihat dalam keseharian anak : Lebih disiplin, lebih sehat, lebih aktif belajar, lebih peduli terhadap lingkungan sosial, serta semakin terbiasa melakukan hal-hal positif.
Hebat 7 Beraksi akhirnya menjadi sebuah pesan sederhana bahwa program nasional akan semakin bermakna ketika diterjemahkan menjadi aksi Nyata ditingkat satuan pendidikan.
Dari kebijakan nasional, menjadi gerakan sekolah. Dari gerakan sekolah, menjadi kebiasaan. Dan dari kebiasaan, diharapkan tumbuh menjadi karakter.
Hebat 7 Beraksi – Membiasakan yang baik, Menggerakkan aksi, Membentuk Karakter. # Andi Nasar



