Daerah

Disdik Sulsel Wilayah VIII Gelar Bimtek Rancangan Inovasi Daerah 2027, Tingkatkan Mutu Sekolah Vokasi dan SMA

PAREPARE— Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rancangan Inovasi Daerah Tahun 2027. Kegiatan ini ditujukan bagi jajaran satuan pendidikan SMA dan SMK se-Wilayah VIII.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII ini dilaksanakan berdasarkan surat resmi nomor 005/1493/CD.Wil.VIII/Disdik tertanggal 18 Agustus 2026.

Dalam perhelatan tersebut, Kepala UPT SMA dan SMK se-Wilayah VIII diwajibkan untuk menghadirkan unsur manajemen sekolah, yaitu Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Wakasek Bidang Kesiswaan, serta Koordinator Bimbingan Konseling (BK).

Pemaparan Materi: Integrasi Tiga Pilar Sekolah

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai narasumber utama memaparkan pentingnya kolaborasi antarbidang dalam merumuskan inovasi daerah tahun 2027.

Baharuddin menegaskan bahwa inovasi daerah di lingkungan sekolah tidak boleh hanya sebatas dokumen administratif, melainkan harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.

Dalam pemaparannya, Baharuddin menyampaikan tiga poin utama:

 * Sinergi Lintas

Bidang: Wakasek Kurikulum, Wakasek Kesiswaan, dan Koordinator BK harus saling terintegrasi dalam menyusun program kerja agar rancangan inovasi berjalan selaras.

 * Perencanaan Berbasis Kebutuhan: Program inovasi tahun 2027 harus didasarkan pada data evaluasi diri sekolah serta kebutuhan riil peserta didik di era digital.

 * Penguatan Ekosistem Vokasi dan Akademik: Sekolah kejuruan (SMK) dan SMA diharapkan mampu memunculkan keunggulan lokal sebagai identitas inovasi sekolah.

“Sinergi antara kurikulum, kesiswaan, dan bimbingan konseling sangat krusial agar rancangan inovasi daerah tahun 2027 benar-benar berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan karakter peserta didik,” ujar Baharuddin.

Sesi Tanya Jawab: Soroti Implementasi di Sekolah Kejuruan

Suasana bimtek berlangsung interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Adi Fajar dari SMKN 3 Pinrang, menyampaikan pertanyaan terkait tantangan penerapan rancangan inovasi di sekolah kejuruan (SMK).

Adi Fajar menanyakan strategi efisien dalam menyelaraskan draf inovasi daerah tahun 2027 dengan kurikulum berbasis industri di SMK, serta bentuk pendampingan teknis yang akan disiapkan oleh Cabang Dinas Pendidikan bagi sekolah-sekolah di wilayah.

Menanggapi pertanyaan Adi Fajar, Baharuddin Iskandar menjelaskan bahwa Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII siap memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa untuk SMK, rancangan inovasi daerah justru memiliki ruang luas melalui fleksibilitas kerja sama industri dan eksplorasi potensi keahlian lokal.

“Kami akan terus mendampingi sekolah agar draf inovasi yang disusun tidak hanya realistis, tetapi juga mampu menjawab tantangan dunia kerja bagi lulusan SMK,” tanggap Baharuddin.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh perwakilan sekolah untuk menyusun dan menyerahkan draf Rancangan Inovasi Daerah Tahun 2027 tepat waktu. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda