Perkuat Peran Guru Seni, MGMP Seni Budaya SMA/SMK Sulsel Agendakan Mubes Akbar

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya jenjang SMA/SMK Provinsi Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan menggelar agenda besar, yaitu Musyawarah Besar. Agenda ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru Seni Budaya tingkat SMA dan SMK se-Sulawesi Selatan untuk melakukan konsolidasi, evaluasi program kerja, serta penguatan peran organisasi profesi di tingkat menengah atas dan kejuruan.
Ketua MGMP Seni Budaya Provinsi Sulawesi Selatan,p Muhammad Ilham, S.Pd., M.Kom., menyampaikan bahwa Mubes khusus jenjang SMA/SMK ini sangat strategis. Menurutnya, karakteristik pembelajaran Seni Budaya di SMA dan SMK memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dengan jenjang di bawahnya. Di jenjang SMA/SMK, pembelajaran Seni Budaya dituntut untuk lebih mengasah kreativitas, keterampilan berkarya, dan kemampuan analisis seni sebagai bekal siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung terjun ke dunia industri kreatif.
Muhammad Ilham menegaskan bahwa guru Seni Budaya SMA/SMK adalah ujung tombak dalam menyiapkan generasi muda Sulawesi Selatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi seni dan budaya yang berdaya saing. Di SMK, seni budaya bahkan berkaitan erat dengan kompetensi kejuruan seperti desain, kriya, animasi, dan tata busana. Sementara di SMA, seni budaya berperan dalam membentuk kepekaan estetika dan karakter siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi hal yang mutlak.
Mubes yang akan datang ini direncanakan akan membahas beberapa agenda strategis khusus untuk jenjang SMA/SMK. Agenda pertama adalah laporan pertanggungjawaban pengurus dan evaluasi program kerja yang telah terlaksana, seperti workshop implementasi Kurikulum Merdeka, pelatihan asesmen pembelajaran seni, pendampingan penyusunan modul ajar berbasis kearifan lokal, serta fasilitasi lomba-lomba seni tingkat provinsi dan nasional. Evaluasi ini penting untuk memotret capaian dan kekurangan yang perlu diperbaiki bersama.
Agenda kedua adalah penyusunan program kerja periode mendatang yang lebih relevan dengan kebutuhan guru SMA/SMK. Muhammad Ilham, S.Pd., M.Kom., berharap program kerja ke depan lebih fokus pada penguatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran seni, pengembangan project based learning, pembelajaran deep learning serta penguatan materi seni tradisi Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja yang dikemas secara modern dan menarik bagi siswa SMA/SMK. Ia juga mendorong adanya program kemitraan dengan dunia industri kreatif dan sanggar seni sebagai bentuk link and match untuk siswa SMK.
Selain itu, Mubes ini juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan soliditas antar guru Seni Budaya SMA/SMK se-Sulawesi Selatan. Selama ini, guru Seni Budaya di jenjang SMA/SMK seringkali berjalan sendiri-sendiri di sekolahnya masing-masing. Melalui Mubes, diharapkan akan terbangun jejaring yang kuat, tempat untuk saling berbagi praktik baik, saling berbagi media ajar, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai persoalan pembelajaran di lapangan.
Muhammad Ilham juga menyoroti pentingnya perjuangan untuk meningkatkan marwah mata pelajaran Seni Budaya di jenjang SMA/SMK. Masih ada sekolah yang menganggap Seni Budaya sebagai mata pelajaran pelengkap yang jamnya sering dipinjam untuk mata pelajaran lain. Melalui Mubes ini, MGMP akan merumuskan langkah advokasi dan penguatan peran agar keberadaan guru Seni Budaya SMA/SMK semakin diakui dan dihargai sebagai bagian penting dari pendidikan yang utuh.
Antusiasme guru Seni Budaya SMA/SMK se-Sulawesi Selatan terhadap rencana Mubes ini sangat tinggi. Banyak aspirasi yang masuk mengharapkan Mubes ini melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang nyata serta berdampak langsung bagi guru dan siswa.
Pada akhirnya, Mubes MGMP Seni Budaya jenjang SMA/SMK Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa pendidikan seni di tingkat menengah atas dan kejuruan tetap hidup, relevan, dan membanggakan. Dengan kebersamaan dan di bawah kepemimpinan Muhammad Ilham, SPd, M.Kom., MGMP Seni Budaya SMA/SMK Sulsel optimis mampu membawa pembelajaran Seni Budaya menjadi lebih kreatif, inovatif, dan berakar kuat pada budaya lokal Sulawesi Selatan. (MI, Guru SMKN 4 Makassar)



