Open House Serentak Sekolah Rakyat, Momen Haru Pelepasan Guru Tamu SRT 1 Kabupaten Soppeng

SOPPENG, Sabtu, 17 Oktober 2026 — Kegiatan Open House Serentak Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Soppeng menjadi momen istimewa yang tidak hanya menampilkan berbagai aktivitas pendidikan, tetapi juga menghadirkan suasana haru dalam acara pelepasan guru tamu yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih dua bulan, sejak September hingga Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian para guru tamu yang selama ini membersamai murid-murid Sekolah Rakyat dalam proses pembelajaran. Setelah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, para guru tamu berpamitan untuk kembali ke sekolah masing-masing, membawa pengalaman, kenangan, dan pelajaran berharga yang akan terus melekat dalam perjalanan pengabdian mereka sebagai pendidik.
Faisal, S.Pd., M.Si.: Dua Bulan Mengajar, Kenangan Sepanjang Masa
Salah seorang guru tamu, Faisal, S.Pd., M.Si., guru Bahasa Indonesia dari SMKN 3 Soppeng, mengungkapkan kesan mendalam selama menjalankan tugas di SRT 1 Kabupaten Soppeng. Baginya, pengalaman mengajar di Sekolah Rakyat bukan sekadar menjalankan kewajiban profesi, melainkan sebuah perjalanan hati yang mempertemukannya dengan semangat belajar, ketulusan, dan harapan anak-anak terhadap masa depan mereka.
Selama kurang lebih dua bulan, ia memperoleh pengalaman yang sangat berharga. Berinteraksi dengan murid-murid Sekolah Rakyat memberikan perspektif baru tentang arti pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, memberikan tugas, atau mengejar capaian akademik, tetapi juga tentang menghadirkan kasih sayang, menumbuhkan kepercayaan diri, dan meyakinkan setiap anak bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.
Menurutnya, setiap pertemuan dengan murid menghadirkan cerita tersendiri. Senyum mereka menjadi penyemangat, pertanyaan mereka menjadi tantangan untuk terus belajar, dan kebersamaan di ruang kelas menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
Bagi Faisal, perpisahan ini bukanlah akhir dari sebuah hubungan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk terus menebarkan manfaat melalui dunia pendidikan.
“Ada pertemuan yang singkat, tetapi meninggalkan kesan yang begitu dalam. Ada kebersamaan yang hanya berlangsung dua bulan, tetapi kenangannya akan tinggal jauh lebih lama. Hari ini, kami mungkin harus melangkah pergi, tetapi doa dan harapan untuk anak-anak Sekolah Rakyat akan selalu menyertai perjalanan mereka.”
Ia berharap murid-murid SRT 1 Kabupaten Soppeng terus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berkarakter, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita.
Arni Erjilla, S.Pd., M.Pd. Sampaikan Terima Kasih kepada Dinas Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Arni Erjilla, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng yang telah memfasilitasi proses perekrutan guru tamu untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Menurutnya, dukungan dan fasilitasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta upaya bersama untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna bagi para murid Sekolah Rakyat.
Ia berharap kolaborasi antarlembaga pendidikan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pendidik yang memperoleh kesempatan untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada anak-anak yang membutuhkan pendampingan pendidikan.
Baginya, keberhasilan program guru tamu bukan semata-mata diukur dari lamanya waktu pengabdian, melainkan dari nilai-nilai kebaikan yang berhasil ditanamkan, semangat yang dibangkitkan, dan harapan yang tumbuh dalam diri setiap murid.
Perpisahan yang Mengajarkan Arti Ketulusan
Suasana pelepasan guru tamu dalam rangkaian kegiatan Open House Serentak Sekolah Rakyat menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan dibangun bukan hanya dengan kurikulum dan fasilitas, melainkan juga dengan ketulusan hati, kepedulian, serta kerja sama banyak pihak.
Para guru tamu kembali ke sekolah masing-masing dengan membawa cerita tentang murid-murid yang pernah mereka dampingi, ruang kelas yang pernah mereka tempati, serta pengalaman yang memperkaya perjalanan mereka sebagai pendidik.
Sementara itu, bagi murid-murid Sekolah Rakyat, kepergian para guru tamu mungkin menghadirkan rasa kehilangan. Sosok yang selama ini hadir untuk mengajar, membimbing, dan memberikan motivasi kini harus kembali melanjutkan pengabdian di tempat yang berbeda.
Namun, setiap perpisahan selalu menyimpan pesan tentang kehidupan: bahwa seseorang tidak harus terus berada di sisi kita untuk tetap memberikan arti dalam perjalanan kita.
Guru boleh berpindah tempat, tetapi ilmu yang diberikan akan tetap hidup. Guru boleh meninggalkan ruang kelas, tetapi nasihat dan motivasinya dapat terus tumbuh dalam hati murid-muridnya.
Pesan Haru untuk Murid-Murid Sekolah Rakyat
Dalam semangat perpisahan tersebut, terselip pesan yang penuh makna bagi seluruh murid SRT 1 Kabupaten Soppeng:
“Anak-anakku, mungkin hari ini Bapak dan Ibu Guru Tamu harus kembali ke sekolah masing-masing. Mungkin kita tidak lagi bertemu setiap pagi, tidak lagi belajar bersama di ruang kelas yang sama, dan tidak lagi mendengar sapaan yang selama ini menjadi bagian dari hari-hari kita.
Namun, percayalah, perpisahan ini bukan berarti kepedulian kami berakhir. Bapak dan Ibu datang untuk berbagi ilmu, tetapi justru membawa pulang pelajaran tentang kesabaran, ketulusan, dan kuatnya semangat kalian dalam meraih masa depan.
Teruslah belajar, jangan pernah merasa rendah diri, dan jangan biarkan keadaan hari ini membatasi mimpi kalian tentang hari esok. Kalian berhak memiliki cita-cita yang tinggi dan berhak berjuang untuk mewujudkannya.
Jika suatu hari nanti kalian berhasil meraih impian, ingatlah bahwa perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Semoga suatu saat kita dipertemukan kembali, bukan hanya sebagai guru dan murid, tetapi sebagai saksi bahwa perjuangan, doa, dan pendidikan telah membawa kalian menuju masa depan yang lebih baik.”
Penutup: Berpisah Raga, Tetap Terhubung dalam Doa
Pelepasan guru tamu dalam kegiatan Open House Serentak Sekolah Rakyat SRT 1 Kabupaten Soppeng, Sabtu, 17 Oktober 2026, menjadi momentum yang mengingatkan semua pihak tentang pentingnya kolaborasi dalam dunia pendidikan.
Pengabdian selama kurang lebih dua bulan mungkin terasa singkat jika dihitung berdasarkan waktu. Namun, apabila diukur melalui ketulusan, pengalaman, dan kenangan yang ditinggalkan, nilainya tidak dapat dibatasi oleh hitungan hari.
Para guru tamu kini kembali ke sekolah masing-masing. Akan tetapi, semangat pengabdian yang telah mereka tanamkan di Sekolah Rakyat diharapkan terus tumbuh, menguatkan langkah para murid, dan menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan.
Sebab, guru sejati tidak hanya mengajarkan apa yang tertulis di buku, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya melalui pendidikan.
Selamat kembali ke sekolah masing-masing, para Guru Tamu. Terima kasih atas setiap ilmu, waktu, perhatian, dan ketulusan yang telah diberikan.
Biarlah langkah kita kembali ke tempat pengabdian masing-masing, tetapi semoga doa kita tetap bertemu di satu tujuan: melihat anak-anak Sekolah Rakyat tumbuh, berprestasi, dan meraih masa depan yang mereka impikan.
Berbeda tempat mengabdi, satu hati mendidik. Berpisah dalam tugas, bersatu dalam doa.(ical)



