Berita

Setelah SK Terbit, Apa Selanjutnya? Refleksi Jelang Tasyakuran PNS FSD UNM Angkatan 2025

Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd

Makassar:InsyaAllah, pada tanggal 29 Oktober 2026 mendatang, kita akan berkumpul di ruang yang penuh makna, Ruang Galeri FSD UNM, untuk melaksanakan Tasyakuran PNS FSD UNM Angkatan 2025 sejumlah 16 orang. Sebuah ruang yang dindingnya dihiasi karya, yang udaranya mengandung sejarah estetika, akan menjadi saksi syukur kita. Namun sebelum menuju hari puncak itu, ada sebuah cerita kecil yang membahagiakan yang telah terjadi siang tadi.

Pada tanggal 22 Oktober 2026, bertempat di Ruang Dosen FSD UNM yang sejuk, telah dilaksanakan rapat pemantapan acara tasyakuran. Rapat itu tidak berlangsung kaku dan formal seperti rapat pada umumnya. Suasananya justru penuh canda dan kebahagiaan. Tawa lepas terdengar di sela-sela pembahasan susunan acara, ada yang saling meledek dengan akrab, ada yang saling menawarkan bantuan dengan tulus. Di ruangan itulah saya melihat wajah asli dari PNS FSD UNM Angkatan 2025. Wajah-wajah yang lelah setelah melalui proses panjang seleksi, namun kini memancarkan kebahagiaan karena sebentar lagi akan merayakan sebuah pencapaian bersama.

Suasana penuh canda itu bukanlah tanda tidak serius, justru sebaliknya. Itu adalah tanda bahwa kebersamaan telah tumbuh. Rapat pemantapan itu menjadi bukti bahwa tasyakuran ini dipersiapkan dengan hati, bukan sekadar kewajiban. Ketika sebuah acara dipersiapkan dengan tawa dan kebahagiaan, maka hasilnya pun akan membahagiakan.

Dan dari suasana itulah, muncul sebuah pertanyaan reflektif yang harus kita ajukan kepada diri kita masing-masing. Setelah SK terbit, apa selanjutnya.

Pertanyaan ini terlihat sederhana, namun jawabannya menentukan arah pengabdian kita selama puluhan tahun ke depan. Sebab tasyakuran tidak boleh berhenti hanya sebagai acara makan bersama, foto bersama, dan saling mengucapkan selamat. Tasyakuran dalam tradisi akademik adalah sebuah ikrar batin. Ia adalah bentuk pengakuan bahwa apa yang kita dapatkan hari ini bukanlah semata hasil kerja keras kita, melainkan titipan dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Bagi PNS FSD UNM Angkatan 2025, terbitnya SK adalah garis start, bukan garis finish. Perjuangan untuk mendapatkan status sebagai Aparatur Sipil Negara memang panjang dan melelahkan. Ada proses belajar, proses seleksi, proses penantian yang penuh harap dan cemas. Maka wajar jika rasa syukur itu ingin dirayakan. Tetapi syukur yang paling indah dalam dunia pendidikan bukanlah syukur yang diucapkan di atas panggung, melainkan syukur yang diwujudkan di dalam ruang kelas, di dalam karya, dan di dalam pelayanan kepada mahasiswa.

Fakultas Seni dan Desain UNM bukanlah fakultas biasa. Ia adalah fakultas yang menjaga jiwa Universitas Negeri Makassar. Jika fakultas lain mengajarkan bagaimana berpikir logis dan sistematis, maka FSD mengajarkan bagaimana berpikir dengan rasa. Tugas PNS baru FSD UNM karenanya menjadi sangat berat dan sangat mulia. Kalian tidak hanya dituntut untuk hadir tepat waktu dan mengisi daftar hadir, tetapi dituntut untuk menghidupkan kembali rasa seni di tengah kampus yang semakin kompetitif positif.

Setelah SK terbit, selanjutnya adalah bekerja dengan hati. Menjadi PNS di FSD berarti siap menjadi pelayan seni. Pelayan bagi mahasiswa yang datang dengan mimpi-mimpi besarnya, pelayan bagi karya-karya yang belum sempat lahir karena kekurangan ruang, pelayan bagi kebudayaan Sulawesi Selatan yang butuh diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang kekinian. Jangan pernah berpikir bahwa status PNS adalah zona nyaman. Justru status PNS adalah zona pengabdian tanpa batas.

Apa selanjutnya setelah SK terbit. Selanjutnya adalah menjaga integritas dan kekompakan seperti yang terlihat dalam rapat pemantapan kemarin. Canda dan kebahagiaan yang hadir di Ruang Dosen pada 22 Oktober 2026 itu harus terus dirawat. Jangan sampai setelah tasyakuran selesai, kebersamaan itu pun selesai. Angkatan 2025 harus solid, bukan menjadi kelompok-kelompok kecil yang saling bersaing tidak sehat. Seni yang indah selalu lahir dari kolaborasi, bukan dari ego individual.

Selanjutnya adalah berkarya. Tasyakuran yang akan kita laksanakan di Ruang Galeri pada 29 Oktober 2026 nanti harus dimaknai sebagai janji untuk berkarya. Ruang Galeri itu sendiri adalah simbol. Ia adalah ruang kosong yang menunggu untuk diisi. Begitu pula status PNS baru ini adalah kanvas kosong yang menunggu untuk dilukis dengan prestasi. Apakah dalam lima tahun ke depan, nama-nama PNS Angkatan 2025 ini akan menghiasi pameran, menghiasi jurnal, menghiasi pengabdian masyarakat yang nyata. Atau hanya akan menjadi nama yang tercatat dalam daftar kepegawaian tanpa jejak karya.

Akhirnya, setelah SK terbit, yang selanjutnya adalah merawat rasa syukur itu agar tidak layu. Syukur yang dirawat akan tumbuh menjadi loyalitas, dedikasi, dan cinta pada institusi. Mari kita jadikan rapat pemantapan penuh canda pada 22 Oktober kemarin sebagai modal, dan Tasyakuran di Ruang Galeri pada 29 Oktober 2026 sebagai titik awal pengabdian yang lebih bermakna. Bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah pernyataan sikap bahwa kami siap mengabdi, siap berkarya, dan siap menjaga marwah Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar dengan segenap jiwa dan raga.

Selamat bersiap untuk bersyukur. Semoga syukur kita menjadi karya. “SIAPA KITA..,KITA UNM”. (*)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda