Andi Ibrahim Kagumi Empat Gaya Kepemimpinan Gubernur Sulsel yang Berbeda

Kendati tidak genap dua tahun menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ibrahim mengaku sangat beruntung dapat merasakan empat gaya kepemimpinan gubernur yang berbeda. Keempat gubernur yang dimaksud adalah H. Andi Sudirman Sulaiman, Dr. Bakhtiar Baharuddin, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, dan Prof. Fadjri Djufri.
“Alhamdulillah, kami berhasil merasakan empat karakter kepemimpinan yang berbeda,” ujar Andi Ibrahim, yang juga dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam sebuah kesempatan.

Andi Ibrahim memaparkan bahwa setiap gubernur memiliki ciri khas kepemimpinan masing-masing. Menurutnya, Andi Sudirman Sulaiman adalah seorang teknokrat yang mengutamakan hasil dalam kepemimpinannya. “Beliau sangat fokus pada pencapaian target dan efisiensi,” jelasnya.
Sementara itu, Bakhtiar Baharuddin yang dikenal dengan latar belakang birokrat tulen dengan pendidikan ilmu pemerintahan, menurut Andi Ibrahim, beliau menggunakan struktur pemerintahan. Beliau dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan terstruktur, dengan fokus pada tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kalau ada bawahan berbuat kesalahan, yang ditanya adalah atasannya,” ujar Puang Ibe, panggilan akrab Andi Ibrahim.
Lain lagi dengan Prof. Zudan Arif Fakrulloh, dengan latar belakang akademisi, dalam mengambil kebijakan, beliau mengutamakan data. “Prof. Zudan sangat menekankan pentingnya data yang akurat dan terpercaya dalam pengambilan keputusan,” ucap Andi Ibrahim.
Ia merasakan bagaimana ketegasan Prof. Zudan ketika menuntut Disdik Sulsel dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menyiapkan data yang akurat setiap minggu, saat memimpin apel pagi.
Meskipun tegas, Prof. Zudan juga dikenal memiliki pendekatan inklusif, merangkul semua elemen masyarakat. Hal ini, menurut Andi Ibrahim, dapat menciptakan suasana yang damai dan harmonis di Sulsel.
Terakhir, kata Andi Ibrahim, Prof. Fadjri Djufri, yang juga menjabat sebagai penjabat gubernur, dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang inovatif dan adaptif. “Prof. Fadjri sangat terbuka terhadap ide-ide baru dan perubahan,” tutur Andi Ibrahim.
Andi Ibrahim merasa bersyukur dapat belajar banyak dari keempat pemimpin tersebut. Pengalaman ini, menurutnya, sangat berharga dan akan menjadi bekal dalam kariernya di dunia pendidikan.
“Setiap pemimpin memiliki kelebihan masing-masing. Saya berusaha mengambil pelajaran dari setiap gaya kepemimpinan mereka,” pungkasnya.#muasri