Bu Reisty, Guru SMA 1 Pinrang Menjadi Pembicara di Kemendikdasmen, Kepala Cabang Wilayah VIII Berikan Apresiasi

Parepare, – Reisty Pertiwi Hashary, guru dari SMA Negeri 1 Pinrang yang berada di lingkup Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Disdik Sulsel, dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam acara peluncuran buku “Jejak Sakura di Ruang Kelas” yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan The Japan Foundation.
Kegiatan yang akan berlangsung pada Kamis 12 Februari 2026 pukul 10.00 WIB diadakan secara hybrid. Secara langsung, acara berlangsung di Sakura Hall, The Japan Foundation Jakarta, Lantai 3 Gedung Summitas 2, Jalan Gatot Subroto Kav. 54, Jakarta Selatan.
Sebanyak 100 peserta guru dari wilayah Jabodetabek serta perwakilan dari berbagai bagian Kemendikdasmen menghadiri secara langsung, sementara peserta lain dapat mengakses secara daring melalui tautan YouTube.
Dalam pesan yang disampaikannya kepada jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Bu Reisty menyampaikan informasi
“Assalamualaikum, Bismillah, Tabe Maraja bapak” sebelum menginformasikan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas Alumni FY2025 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators. Ia sendiri merupakan salah satu peserta program pertukaran pendidik yang berlangsung selama 3 minggu di Jepang pada bulan September 2025.
Para peserta mendapatkan pelatihan terkait metode pembelajaran inovatif dan pertukaran budaya, Kata Bu Reisty melalui pesan singkatnya.
Buku “Jejak Sakura di Ruang Kelas” yang diluncurkan merupakan kumpulan inspirasi dan praktik baik dari 11 alumni program pertukaran tersebut. Setiap bab dalam buku memuat pengalaman dan implementasi metode pembelajaran yang dipelajari di Jepang ke dalam konteks pendidikan Indonesia.
Bu Reisty akan menyampaikan materi terkait “Penerapan Metode Pembelajaran Proyek Berbasis Budaya Lokal dalam Pembelajaran IPS”, yang telah diujicobakan di kelasnya dan menunjukkan peningkatan minat belajar siswa sebesar 35%.
Dikutip dari postingan Instagram resmi akun @gtkdikmendiksus tanggal 8 Februari 2026, kolaborasi antara Kemendikdasmen dan The Japan Foundation telah berjalan sejak tahun 2018, dengan lebih dari 50 pendidik Indonesia telah mengikuti program pertukaran.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan pendidikan menengah dan pendidikan khusus, serta memperkenalkan kompetensi profesional pendidik yang berwawasan global.
Dalam daftar undangan resmi yang diterbitkan dengan nomor surat 0103/B/B6/GT.02.00/2026 tanggal 6 Februari 2026, Bu Reisty tercatat sebagai perwakilan dari Sulawesi Selatan, bersama dengan nama pendidik lain dari berbagai daerah di Indonesia: Antony Lavinci (SMA Negeri 1 Bosar Maligas, Kalimantan Utara), Rudiani Aslinda Asnur (SMA Negeri 1 Long Apari, Kalimantan Timur), Siti Zakia (SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, Sumatera Utara), Mauneguh Kusmawan (SLB NEGERI 2 Yogyakarta), Eka Wahyuni (SMA Negeri 1 Purworejo), Rizky Amalia (SMA Negeri 3 Bandar Lampung), Joko Susilo (SMK Negeri 1 Semarang), Lina Marlina (SMA Negeri 1 Palembang), dan Dedi Kurniawan (SMA Negeri 1 Denpasar).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat
. “Kami bangga dengan capaian Bu Reisty yang telah mampu membawa nama baik sekolah ke tingkat nasional. Kami berharap hal ini menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk lebih mengembangkan diri, baik melalui pelatihan di lingkungan sekolah maupun melalui program pertukaran dan pengembangan kompetensi di lingkungan yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Cabang Dinas akan mendukung guru-guru yang berminat untuk mengikuti program serupa di masa depanr.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Putra Asga Elevri, S.Si., M.Si., dalam surat undangannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi para alumni program pertukaran dan menyatakan bahwa buku yang diluncurkan akan menjadi referensi bagi guru-guru di seluruh Indonesia. Informasi lebih lanjut pemesanan buku melalui email ke gtkguru@kemdikdasmen.go.id.(aldhyhumascabdisVIII)



