Wujud Syukur dan Kepedulian, SMKN 1 Wajo Salurkan Paket Sembako dari Hasil Unit Produksi

Di koridor UPT SMKN 1 Wajo, kesibukan biasanya berkisar pada mesin, teori, dan praktik kerja. Namun, hari ini suasananya berbeda. Ada aroma kebersamaan yang lebih kental dari biasanya. Puluhan paket sembako tertata rapi, siap berpindah tangan kepada mereka yang selama ini menjadi ruh bagi tegaknya sekolah ini.
Bukan sekadar bantuan biasa, kegiatan bertajuk “Berbagi dan Apresiasi” ini menjadi simbol harmoni antara sekolah dan lingkungan. Paket-paket tersebut disalurkan kepada para guru dan pegawai yang berdedikasi, seluruh stakeholder yang setia mendukung, hingga warga sekitar sekolah yang selalu menjadi tetangga yang baik. Tak ketinggalan, mahasiswa KKN yang sedang menimba ilmu di sana pun turut merasakan hangatnya apresiasi ini.

“Ini bukan hanya soal isi paketnya, tapi soal bagaimana kami menghargai setiap keringat dan dukungan yang diberikan untuk sekolah ini,” ujar salah satu perwakilan Keluarga Besar SMKN 1 Wajo.
Namun, ada satu hal yang membuat aksi ini terasa sangat spesial. Dana yang digunakan untuk pengadaan sembako ini tidak menyentuh anggaran rutin pendidikan. Seluruhnya murni dipetik dari Anggaran Hasil Usaha Business Center (BC) dan Unit Produksi SMKN 1 Wajo dari unit bisnis alfamart SMKN 1 Wajo.
Ini adalah bukti nyata bahwa kemandirian ekonomi sekolah bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Melalui unit produksi yang dikelola dengan tangan dingin, SMKN 1 Wajo berhasil membuktikan bahwa hasil kerja keras siswa dan guru di laboratorium praktik bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk kebaikan yang nyata.

Pemandangan saat mahasiswa KKN tersenyum menerima paket, atau saat warga sekitar menyalami para guru dengan tulus, menjadi potret bahwa sekolah bukan sekadar menara gading. SMKN 1 Wajo adalah bagian dari nadi masyarakat.
Sore itu, 120 paket sembako mungkin akan habis dikonsumsi. Namun, rasa bangga atas kemandirian sekolah dan eratnya tali persaudaraan yang terjalin, dipastikan akan membekas jauh lebih lama di hati setiap orang yang merasakannya. (muasri)



