UPRI Makassar Resmi Buka S2 Manajemen, Andi Lukman: Harus Dikelola Secara Berkualitas

Makassar. Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) kembali mencatatkan capaian penting di bidang pengembangan akademik. Kampus tersebut resmi membuka Program Studi Magister Manajemen (MM) setelah menerima Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Studi dari Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Jumat (13/3/2026).
SK bernomor 191/B/0/2026 yang diterbitkan pada 5 Maret 2026 itu menjadi dasar resmi penyelenggaraan Program Studi Magister Manajemen di lingkungan UPRI.
Rektor UPRI, M Darwis Nur Tinri, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah IX atas dukungan yang diberikan sehingga program studi tersebut dapat terealisasi.
“Semoga pembukaan program studi ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan, serta menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr Andi Lukman, M.Si turut memberikan apresiasi kepada UPRI atas keberhasilan memperoleh izin pembukaan program studi magister tersebut.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil komitmen dan kerja keras pimpinan universitas bersama yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
“Pembukaan program studi magister ini bukan hanya sekadar pencapaian administratif, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing global,” katanya.
Ia menambahkan, Program Studi Magister Manajemen menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pemimpin organisasi yang mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman.
Karena itu, ia mengingatkan agar penyelenggaraan program studi tersebut dilakukan secara serius dan berkualitas.
“Perguruan tinggi harus mengutamakan layanan terbaik kepada mahasiswa, baik dalam proses pembelajaran, layanan akademik, maupun pengembangan karier lulusan. Sistem pembelajaran juga harus adaptif, inovatif, serta kolaboratif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Andi Lukman juga menekankan pentingnya kurikulum berbasis kompetensi masa depan dengan penguatan riset terapan dan pembelajaran berbasis praktik.
Ia mendorong agar dunia industri dilibatkan dalam proses pembelajaran sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pembukaan program studi magister tidaklah mudah, terutama dalam pemenuhan dosen bergelar doktor serta penguatan sumber daya manusia dan tata kelola akademik.
“Keberhasilan program ini sangat tergantung pada komitmen seluruh pihak dalam menjaga kualitas pendidikan. Jangan berjalan biasa-biasa saja, tetapi harus melakukan langkah-langkah luar biasa untuk memajukan program ini,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Tim Pembukaan Prodi S2 Manajemen Pascasarjana UPRI, Dr Sutardjo Tui, SE., M.Si menyebutkan bahwa salah satu keunggulan program ini adalah konsentrasi pada bidang International Trade.
“Di era globalisasi, pemahaman tentang perdagangan internasional menjadi sangat penting. Konsentrasi ini menjadi salah satu yang pertama ditawarkan di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX,” ujarnya.
Selain konsentrasi International Trade, program ini juga menyediakan peminatan di bidang sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, serta pengembangan UMKM.
Menurut Sutardjo, proses pembelajaran akan didukung oleh dosen bergelar doktor yang juga merupakan praktisi di bidang manajemen, keuangan, dan perbankan.
Ia berharap Program Studi Magister Manajemen UPRI mampu melahirkan pemimpin bisnis yang memiliki wawasan global serta mampu menghadapi tantangan pasar internasional.
Dengan diresmikannya program studi tersebut, Universitas Pejuang Republik Indonesia optimistis mampu bersaing di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Di bawah kepemimpinan Rektor M Darwis Nur Tinri, program ini diharapkan berkembang menjadi salah satu program unggulan yang memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global.***



