Daerah

TIGA SEKOLAH DI WILAYAH VIII SULSEL LOLOS CALON SEKOLAH MODEL KEMENDIKDASMEN 2026

Parepare – Sebanyak tiga sekolah di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sulawesi Selatan, lingkup kerja Kota Parepare Kab Pinrang dan Kab Barru, mememuhi kriteria calon Sekolah Model Implementasi Program Merdeka dan Kurikulum Merdeka Akselerasi (PM dan KKA) Tahun 2026.

Pengakuan ini diberikan berdasarkan Surat Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Nomor 0613/B/C/DM.00.02/2026 tanggal 6 Januari 2026.

Sekolah yang terpilih adalah SLB Negeri 1 Barru , SMK Negeri 2 Pinrang, dan SMA Negeri 11 Pinrang. Pencapaian ini menjadi prestasi tersendiri mengingat hanya sebagian kecil dari total sekolah di Sulsel yang memenuhi seluruh kriteria penilaian nasional.

Untuk menjadi calon Sekolah Model Implementasi PM dan KKA, setiap sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat, antara lain pernah mengikuti pelatihan PM dan KKA: Memiliki akreditasi minimal; memiliki skor Rapor Pendidikan dengan capaian indikator prioritas.
Juga kriteria lainnya adalah minimal kuning/sedang khusus satuan PAUD;  minimal hijau/baik untuk SD, SMP, dan SMA; Memiliki capaian literasi dan numerasi minimal kuning/sedang; serta telah menerapkan mata pelajaran KKA sebagai mapel pilihan (khusus untuk Sekolah Model Implementasi KKA).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, M.Pd, mengaku senang atas capaian ini

“Kami sangat senang,   sekolah dari wilayah kami mampu bersaing dengan sekolah lain.. Semoga kegiatan ini mampu bertumpu dalam meningkatkan kompetensi siswa secara komprehensif,” ujar Baharuddin,  Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, sebagai calon sekolah model, ketiga institusi tersebut semoga terpilih sehingga kelak menjadi model dalam menyebarkan praktik terbaik implementasi Kurikulum Merdekan pembelajaran mendalam ke sekolah-sekolah lain di wilayah VIII.

“Kita berharap mereka tidak hanya menjadi model tetapi juga mampu menjadi fasilitator bagi sekolah mitra dalam mengembangkan pembelajaran mendalam, ” jelasnya.

Salah satu sekolah terpilih, SLB Negeri 1 Barru, di bawah kepemimpinan Rosmaladewi Amri,  menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Rosmaladewi mengungkapkan bahwa pencapaian ini diraih meskipun ia akan segera memasuki masa pensiun setelah bertahun-tahun mengabdi di sekolah tersebut.

“Meskipun saya akan segera mengakhiri masa pengabdian sebagai kepala sekolah, capaian ini menjadi hadiah terindah bagi saya dan seluruh keluarga besar SLB Negeri 1 Barru. Kami tidak menyangka bisa meraih predikat ini, terutama karena kami fokus pada peningkatan kualitas layanan bagi siswa berkebutuhan khusus,” ucapnya dengan suara penuh semangat.

Ia menambahkan, prestasi ini tidak lepas dari kerja keras guru, tenaga kependidikan, dukungan orang tua siswa, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kami berharap capaian ini bisa menjadi bukti bahwa sekolah luar biasa bisa lahir dari mana saja, termasuk dari sekolah yang fokus pada pendidikan inklusif untuk kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan,” katanya.

Sementara itu, SMK Negeri 2 Pinrang  juga menyampaikan tekad untuk terus mengembangkan program pembelajaran  sebagai sekolah model.
SMK Negeri 2 Pinrang jika benar-benar terpilih sudah punya rencana.
Sekolah tersebut berencana untuk berbagi pengalaman dengan sekolah lain di wilayah setempat dan sekitarnya, guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Konsep Sekolah Model PM dan KKA 2026 terpilih karena mengembangkan sekolah yang mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara optimal, mengintegrasikan pembelajaran, serta membangun kolaborasi.

Tahun 2026,. ketiga sekolah ini, jika terpilih tentu akan menjalani tahap pendampingan dan evaluasi lanjutan untuk menjadi sekolah model resmi Sulawesi Selatan.(aldhy)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda