SMPN 41 Bulukumba Raih Juara 2 Kompetensi Inovasi 2025 dengan Inovasi ‘SIGAP’

Bulukumba, Dunia Pendidikan – 31
Agustus 2025 Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMP Negeri 41 Bulukumba. Sekolah ini berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Kompetensi Inovasi Panrita 2025, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kab. Bulukumba. Inovasi yang mengantarkan sekolah ini ke podium juara bertajuk SIGAP — singkatan dari Sekolah Inklusif Gender Aksi Peduli.
Di bawah bimbingan tim inovator yang diketuai langsung oleh Miftahul Jannah, S.Pd., M.Pd., bersama para guru (Mifthafarid,
S.Pd dan Muh. Asri Djohari, S.Pd , tim inovator lainnya dan kader Sigap) , inovasi SIGAP hadir sebagai jawaban atas kebutuhan sekolah yang lebih inklusif, peduli, dan responsif terhadap isu-isu sosial, terutama terkait kesetaraan gender dan empati sosial.
Menurut, orang nomor satu di SMPN.41 Bulukumba, Ibu Miftahul Jannah, S.Pd, M.Pd, mengatakan bahwa Kompetensi Inovasi Panrita SIGAP mengusung tiga program unggulan, yaitu :
P1. MSIGAP Day – Hari khusus di mana
seluruh warga sekolah melakukan aksi peduli seperti kampanye kesetaraan gender,
diskusi interaktif, dan penampilan seni bertema inklusivitas. Salah satu program pembentukan karakter murid yang berfokus pada kepedulian terhadap kesetaraan gender serta isu-isu kependudukan adalah program dari “SIGAP”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman murid mengenai pentingnya menghormati dan memperjuangkan kesetaraan gender serta memahami isu-isu kependudukan yang relevan Melalui aktivitas diskusi kelompok dan projek-projek lapangan, murid murid didorong untuk mengembangkan empati dan sikap inklusif terhadap semua orang, atau latar belakang sosial.
2. Pojok SIGAP – Pojok Sigap di lingkungan sekolah merupakan inisiatif yang sangat berharga dalam mendukung perkembangan emosional dan sosial murid .Tempat ini dirancang sebagai ruang yang aman dan nyaman di mana murid dapat mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka tanpa khawatir akan penilaian atau kritik. Dengan adanya sudut curhat ini, murid
diberi kesempatan untuk lebih mengenal diri mereka sendiri serta belajar memahami dan menghargai perbedaan orang lain.
3. Rantang Cinta – Rantang Cinta adalah sebuah inisiatif yang indah dan penuh makna, di mana murid diajarkan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama sejak usia dini. Setiap dua bulan, mereka menyiapkan makanan sederhana yang dibagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan, dan juga
berbagi bekal dengan teman-teman di sekolah. Melalui kegiatan ini, para murid
tidak hanya belajar tentang nilai akademis, tetapi juga tentang pentingnya memiliki nurani yang peka dan peduli. Rantang Cinta bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga merupakan pelajaran cinta yang diracik dengan tangan kecil dan diantarkan dengan hati yang besar. Kami percaya bahwa empati adalah keterampilan yang bisa diajarkan, dan melalui dapur sederhana ini, kehangatan
Rantang Cinta dapat menyentuh hati banyak orang.

Lebih lanjut, Ibu Miftahul Jannah, S.Pd.,M.Pd menyatakan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. “Inovasi SIGAP bukan hanya sekadar lomba, tapi menjadi semangat baru bagi kami untuk membangun sekolah yang
benar-benar ramah, inklusif, dan peduli. Terima kasih kepada seluruh tim
Inovator atas kerja solidnya dan murid
yang telah berpartisipasi aktif,” ujarnya Kepada Jurnalis Majalah Dunia
Pendidikan Ibu Miftahul Janna, sembari
menambahkan bahwa motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi dan menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial dan kesetaraan bisa diintegrasikan dalam lingkungan pendidikan ,” Pungkasnya # Andi Nasar/Andi As’ad Laki