Inspirasi

CITA-CITA TAK TERWUJUD?

Oleh: Dra. Sitti Dahlia Azis (Guru SMAN 3 Pinrang)

Di waktu kecil kakek menginginkan saya menjadi seorang sarjana hukum (jaksa) disebabkan ada sengketa tanahnya.

saat selesai di SMA jurusan IPA Saya memilih kedokteran dan biologi. tahun 1985 Saya tidak lulus masuk di perguruan tinggi negeri. Orang tua menginginkan saya kuliah di mana saja. Tetapi saya memilih kursus mengetik 10 jari (maklum waktu itu kami belum mengenal komputer).

Saya tetap bertekad untuk  kuliah di perguruan tinggi negeri. Ada yang mengatakan “Kau tidak akan lulus”. tetapi saya bertekad harus bisa dan terus belajar. Tahun 1986 Saya memilih jurusan PMP-KN (sebelumnya bernama Civics), pilihan ke 2 Bahasa Indonesia. ternyata di jurusan PMP-KN (lolos di IKIP Ujung Pandang), yang dijadikan mata kuliah adalah kebanyakan masalah hukum hingga ada hukum adat, hukum pidana, hukum perdata bahkan sampai Hukum Internasional, di samping itu kami juga belajar didaktik metodik dan pengelolaan kelas.

Di saat kuliah saya juga rajin mengikuti BTPC (Bimbingan Tertulis Penulisan Cerpen) Adek Alwi.

Sekarang ini saya malah membentuk sebuah komunitas yakni Komunitas Literasi Sulawesi Selatan. Di sini saya menuliskan berbagai genre sastra (fiksi dan non fiksi).

Terima kasih sahabatku dan semua orang  pengikut  ungkapan tadi hanya sebagian kecil dari ‘Jejak Literasi Seorang Penulis’. seharusnya saya sudah bersyukur karena telah menulis dalam 153 judul buku yang diantaranya ada 7 buku solo. Saat ini sedang mengelola dua judul buku antologi. 1). Untaian Tasbih Cinta berisi Syair dan Puisi. 2). Talibun Tersusun Raga Bertutur.

Bersyukur pula saya sebagai founder dibantu oleh teman dari Kepulauan Riau dalam buku Talibun. Teman saya adalah penyair ASEAN. Terimakasih kepada pengurus KLSS yang telah memberikan dukungan moril maupun materil hingga KLSS dapat tetap bergerak dan warganya terus bersemangat mengepakkan sayap literasi.

Untuk sebuah cita-cita memang tidak semudah membolak balikan telapak tangan. Namun, Saya tidak merasa gagal meraih cita-cita ini. Bidang hukum saya juga bisa memberikan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi. Alhamdulillah, lolos sebagai Guru Kebangsaan Nasional angkatan I, bahasa dan sastra Indonesia … Walaupun bukan jurusan bahasa, Alhamdulillah saya bisa menjadi penulis berbagai genre sastra.

Perbanyak bersyukur.

Jangan lupa bahagia

Salam santun

*Berkolaborasi dengan cinta berkarya meraih impian*.

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda