Opini

Dari Guru ke Guru Mapel Pendidikan Pancasila

Oleh: Dra. Sitti Dahlia Azis

Dalam perjalanan waktu, mata pelajaran yang saya ampu mengalami beberapa perubahan: dari PMP, menjadi PKN, kemudian PPKn, dan kini kembali menjadi Pendidikan Pancasila.

Saat masih bernama PKN dan PPKn, muatan materinya sangat luas. Bahkan mencakup Hubungan Internasional dan Hukum Internasional seperti materi tentang duta dan konsul, penyelesaian sengketa internasional, serta berbagai dinamika hubungan antarnegara. Bagi saya pribadi, materi ini menarik. Terlebih bagi siswa dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Namun di sisi lain muncul pertanyaan:

Bukankah sebagian materi tersebut sebenarnya sudah termasuk ranah perkuliahan?

Bagaimana mungkin pendalaman dapat terjadi jika satu bab setara dengan satu mata kuliah, sementara waktu pembelajaran hanya 2 jam pelajaran per minggu?

🌿 Karena itu saya bersyukur ketika kurikulum kembali menekankan Pendidikan Pancasila dengan fokus pada empat pilar kebangsaan, yaitu:

* Pancasila

* UUD 1945

* Bhinneka Tunggal Ika

* NKRI

Keempat tema ini berlaku untuk semua jenjang SMA dan sesungguhnya sangat luas untuk dikembangkan.

Dalam pembelajaran, saya memperkuatnya melalui tema:

✨ Wawasan Kebangsaan di Era Digital (sementara merampungkan naskah untuk dicetak).

✨ Kearifan Lokal (praktik/penugasan naskah dan video pendek: Sipakatau, Sipakalebbi’, Sipakamase, Sipakainge’ dan Mali’ Siparappe).

Empat pilar tersebut di atas saling berkaitan. Tugas guru adalah menemukan benang merah materi esensial, lalu mengelolanya menjadi pembelajaran mendalam melalui:

* Ranah kognitif (pemahaman)

* Ranah afektif (sikap)

* Ranah psikomotor (praktik nilai).

Khusus dalam PMP dahulu, penilaian ranah afektif sangat ditekankan. Kami bahkan diajarkan membuat anecdotal record (catatan peristiwa) sebagai dasar penilaian sikap siswa.

Kini metode tersebut jarang terdengar. Mungkin sebagian diserahkan kepada guru BK. Padahal dulu penilaian sikap juga menjadi bagian dari peran guru Pendidikan Agama, PPKn, dan BK secara bersama.

Refleksi kecil ini semoga menjadi ruang berbagi antarguru dalam memaknai kembali pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai penguat karakter kebangsaan generasi muda.

Salam santun, sahabat pemerhati pendidikan. 🤝

Bersama SMAN 3 Pinrang dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Pinrang, 9 Maret 2026

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda