Ketua MKP OSIS Sulsel Terpilih Duta PeKA Bank Indonesia, Siap Edukasi Masyarakat soal Keamanan Transaksi

Soppeng– Prestasi membanggakan diraih oleh Andi Alief Magalih Putra Syahrir, Ketua Musyawarah Kerja Pengurus OSIS Provinsi Sulawesi Selatan (MKP OSIS Sulsel) siswa SMAN 1 Soppeng, yang resmi terpilih sebagai Duta Peduli, Kenali, Adukan (PeKA) Bank Indonesia. Ia mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Duta PeKA yang akan diselenggarakan pada 30–31 Maret 2026 di Hotel Bidakara Jakarta Selatan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Duta Pelajar SMA yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam meningkatkan peran pelajar sebagai agen edukasi di masyarakat.
Dalam program ini, para Duta PeKA memiliki peran strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya keamanan dalam bertransaksi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan seperti penipuan (fraud) dan scam yang kian marak terjadi, terutama di era digital saat ini.
Andi Alief Magalih Putra Syahrir menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini menjadi peluang besar untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. “Sebagai Duta PeKA, saya siap mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih waspada dan memahami cara bertransaksi yang aman,” ujarnya.
Kegiatan capacity building yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai materi pelatihan, mulai dari pemahaman sistem pembayaran, pengenalan risiko digital, hingga strategi komunikasi efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat luas.
Selain itu, setiap Duta PeKA yang terpilih diwajibkan hadir bersama satu orang guru pendamping untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan program edukasi nasional ini.
Dengan terpilihnya Andi Alief sebagai Duta PeKA, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kabupaten Soppeng untuk terus berprestasi dan berperan aktif dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen Bank Indonesia dan Kemendikdasmen dalam membangun generasi muda yang cerdas, peduli, dan tanggap terhadap isu keamanan transaksi di Indonesia.***



