Daerah

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Akan Bekali Bendahara Baru

PAREPARE,  Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII menggelar pelatihan pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk para bendahara baru dari berbagai sekolah di wilayah kerja.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, menekankan bahwa kegiatan ini dilakukan sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas para bendahara BOS.

 “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas para bendahara BOS agar pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kami,” ucap Baharuddin Iskandar.

 Kegiatan yang berlangsung di SMA 5 Parepare, Selasa (31/3/2026) di Aula sekolah tersebut, dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait tata cara pengelolaan, pelaporan, dan tanggung jawab dalam mengelola dana BOS.

 Pelatihan ini diikuti oleh 44 peserta yang merupakan bendahara BOS baru dari sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Pinrang dan Barru.

 Materi yang disampaikan meliputi perencanaan penggunaan dana BOS, prosedur pengeluaran, pembuatan laporan keuangan yang sesuai standar, serta tata cara penyimpanan dokumen pendukung.

 Santy, Koordinator Bendahara BOS Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memastikan dana BOS dapat digunakan secara efektif dan efisien.

 “Kegiatan ini bertujuan untuk membantu bendahara BOS yang baru agar punya pemahaman menyeluruh tentang seluruh proses pengelolaan dana BOS,” ujarnya.

 Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap peraturan dan prosedur pengelolaan BOS sangat krusial untuk menghindari kesalahan dalam pelaporan serta memastikan setiap rupiah dana dapat memberikan manfaat maksimal bagi proses belajar mengajar di sekolah.

 “Dana BOS merupakan dukungan penting bagi sekolah untuk memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari pembelian perlengkapan pendidikan, perawatan fasilitas, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan akuntabel,” tambahnya.

 Selain materi teoritis, peserta juga diberikan studi kasus terkait pengelolaan dana BOS di sekolah-sekolah sejenis. Para narasumber berasal dari bendahara BOS yang telah berpengalaman lama dan akan turut hadir untuk memberikan arahan terkait kebijakan terbaru tentang BOS.

 Wijaya, Bendahara BOS SMK 8 Pinrang yang telah berpengalaman selama dua puluh tahun lebih dan mendampingi pelaksanaan kegiatan, memberikan pesan penting bagi seluruh peserta.

 “Bendahara BOS perlu belajar dan selalu belajar, jangan malu untuk belajar karena kita punya tanggung jawab besar dalam membuat laporan yang benar dan akuntabel,” ujarnya.

 Ia menambahkan bahwa tanggung jawab bendahara BOS tidak hanya sebatas mengelola keuangan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam memastikan transparansi pengelolaan dana di depan komite sekolah dan masyarakat.

 “Kita harus bisa menjelaskan setiap penggunaan dana kepada semua pihak yang berkepentingan, sehingga kepercayaan terhadap pengelolaan BOS tetap terjaga,” jelasnya.

 Salah satu peserta yang akan mengikuti kegiatan mengaku akan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.

 “Sebagai bendahara baru, saya akan sangat terbantu dengan materi yang diberikan. Saya banyak memiliki kekhawatiran tentang cara membuat laporan yang benar, semoga setelah kegiatan akan lebih jelas arahannya,” ucapnya.

 Setelah pelatihan berakhir, diharapkan peserta punya referensi dalam menjalankan tugas sehari-hari, ungkap Baharuddin Iskandar. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda