Kisah Alumni Unismuh Makassar Irsan Sadir Awali Karier dari Guru SD Kini Jadi Kasi pada Dinas Pendidikan Luwu Timur

Lutim. Momen Milad ke-63 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membangkitkan kenangan tersendiri bagi para alumninya. Salah satunya, Irsan Sadir, S.Pd., M.Pd., alumni D2 PGSD FKIP Unismuh Makassar angkatan 2005 yang kini mengabdikan diri sebagai pendidik di Kabupaten Luwu Timur.
Pada testimoninya, Irsan mengaku perjalanan kariernya sebagai guru hingga dipercaya menjadi kepala sekolah tidak lepas dari bekal pendidikan yang diperoleh selama menempuh studi di Unismuh Makassar.
“Lewat Unismuh Makassar saya mulai meniti karier sebagai guru sekolah dasar di Luwu Timur. Pengetahuan awal tentang profesi guru dan pengalaman pertama mengajar saya dapatkan saat kuliah di Unismuh,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Irsan yang saat ini bertugas sebagai Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana PAUD dan PNF Luwu Timur, mengatakan pengalaman praktik mengajar saat masih menjadi mahasiswa menjadi momen yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya.
Menurutnya, tampil pertama kali di depan kelas dan berinteraksi langsung dengan murid saat program praktik mengajar memberikan pengalaman berharga yang menjadi modal utama saat memasuki dunia kerja.
“Pengalaman pertama berdiri di depan kelas itu sangat membekas. Dari situlah rasa percaya diri tumbuh dan menjadi bekal untuk menjalani profesi guru hingga sekarang,” katanya.
Perjalanan panjang sebagai pendidik kemudian mengantarkannya pernah memperoleh amanah sebagai Kepala SD Negeri 120 Campae, Kabupaten Luwu Timur.
Ia menilai pendidikan yang diperoleh di Unismuh Makassar telah memberikan fondasi yang kuat dalam membangun kompetensi, karakter, dan dedikasi sebagai seorang guru.
“Didikan awal di Unismuh Makassar memberi modal dasar yang sangat menentukan perjalanan hidup dan karier saya sampai hari ini,” ungkapnya.
Meski telah menyelesaikan pendidikan di Unismuh, Irsan terus melanjutkan pengembangan akademiknya. Setelah meraih gelar D2 PGSD di Unismuh Makassar, ia melanjutkan studi Sarjana Pendidikan pada Program Studi S1 PGSD Universitas Terbuka dan kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Cokroaminoto Palopo.
Memasuki usia ke-63 tahun Unismuh Makassar, berbagai kenangan masa kuliah kembali terlintas dalam ingatannya.
Ia mengaku setiap peringatan milad maupun wisuda Unismuh selalu mengingatkannya pada masa-masa menjadi mahasiswa yang penuh perjuangan dan kebersamaan.
“Kalau mendengar Milad Unismuh atau melihat prosesi wisuda, saya selalu teringat masa kuliah dulu. Banyak kenangan indah yang tidak terlupakan,” tutur pria kelahiran Gowa 24 Oktober 1983 ini.
Kecintaan Irsan terhadap almamater juga diwujudkan dengan mendorong generasi berikutnya untuk menempuh pendidikan di kampus yang sama. Saat ini, anak-anaknya juga melanjutkan pendidikan tinggi di Unismuh Makassar mengikuti jejak sang ayah.
Sebagai alumni, Irsan berharap hubungan antara alumni dan almamater terus diperkuat melalui berbagai program yang mampu mempererat silaturahmi dan komunikasi.
“Jejaring alumni perlu terus diperkuat. Komunikasi dan silaturahmi antaralumni maupun antara alumni dengan almamater harus semakin ditingkatkan agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” kata Sekretaris PGRI Luwu Timur ini.
Bagi Irsan, Unismuh Makassar bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga kampus yang menjadi titik awal perjalanan panjangnya sebagai pendidik hingga meraih berbagai amanah dalam dunia pendidikan. (*)



