Daerah

Tingkatkan Mutu Pendidikan, BAN Sulsel Sosialisasikan Akreditasi dan Kemitraan 2026 di Sidrap

SIDRAP – Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Sulawesi Selatan resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Akreditasi dan Kemitraan Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap pada Selasa (2/4/2026) ini menjadi langkah awal krusial bagi puluhan satuan pendidikan dalam menjaga standar mutu pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAN PDM Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Abdi, M.Pd, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidrap, H. Sirajuddin A.SP.,M.Si. Turut hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama Kab. Sidrap, H. Mustari, S.Ag., M.Pdi, serta Ketua Forum Komunikasi (Forkom) BAN S/M Kab. Sidrap, H. Anis Pacinongi, S.Pd., M.Pdi.

Sebanyak 40 satuan pendidikan yang terdaftar sebagai asesi (lembaga yang akan diakreditasi) pada tahun 2026 menjadi peserta utama dalam sosialisasi ini. Mereka mendapatkan bimbingan teknis langsung dari para praktisi, termasuk dua Asesor BAN PDM Sulawesi Selatan yang berdomisili di Sidrap, yakni Muhammad Alimin, S.Pd., M.Si Hamzah, S.Pd. Hasna S.Pdi., M.Pd, Armi Pararra, S.Pd., M.Pd., Muliana S.Pd., M.Pd. selain itu hadir pula pengawas Dinas Pendidkan  Kab. Sidrap, dan pengawas Kemenag Kab.Sidrap.

Ketua Forkom BAN PDM Kab. Sidrap, H. Anis Pacinongi, S.Pd., M.Pdi, menekankan bahwa peran Forum Komunikasi bukan sekadar perpanjangan tangan administratif.

“Kami hadir untuk memastikan tidak ada satuan pendidikan yang merasa ‘berjalan sendiri’. Forkom berkomitmen melakukan pendampingan pra-akreditasi agar seluruh asesi memahami instrumen penilaian secara jernih, sehingga meminimalisir kesalahan teknis yang sering kali merugikan nilai akhir satuan pendidikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Sirajuddin A.SP.,M.Si, memberikan argumen kuat mengenai kaitan akreditasi dengan kemajuan daerah.

“Status akreditasi adalah rapor kinerja kami di tingkat kabupaten. Saya menginstruksikan kepada 40 satuan pendidikan ini untuk tidak melihat akreditasi sebagai beban tahunan, melainkan sebagai momentum evaluasi diri. Hasil akreditasi yang tinggi akan berbanding lurus dengan kepercayaan masyarakat dan besaran dukungan anggaran dari pusat,” jelas H. Sirajuddin A.SP.,M.Si

Perwakilan Kemenag, H. Mustari, S.Ag., M.Pdi, menyoroti pentingnya sinkronisasi data pada platform digital pendidikan.

“Di era sekarang, akreditasi sangat bergantung pada kualitas data di EMIS dan Dapodik. Saya berharap seluruh madrasah dan sekolah di bawah naungan Kemenag memperkuat validitas data mereka. Kemitraan ini penting agar standar mutu antara sekolah umum dan madrasah tetap setara dan kompetitif,” tambahnya.

Sebagai penutup, Dr. Abdi, M.Pd memaparkan visi besar BAN Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan bahwa akreditasi tahun 2026 akan lebih fokus pada performance (kinerja) dibandingkan sekadar compliance (pemenuhan dokumen).

“Kami di BAN tidak lagi hanya mengecek tumpukan kertas. Fokus kami adalah bagaimana proses belajar mengajar benar-benar terjadi dan berdampak pada siswa. Kemitraan yang kita sosialisasikan hari ini bertujuan untuk membangun ekosistem di mana asesor dan asesi memiliki semangat yang sama, yaitu transformasi mutu pendidikan di Sulawesi Selatan, khususnya di Bumi Nene Mallomo ini,” pungkas Dr. Abdi.

Kehadiran asesor yang berdomisili di Sidrap, Muhammad Alimin, S.Pd., M.Si, Hamzah, S.Pd. Hasna S.Pdi., M.Pd, Armi Pararra, S.Pd., M.Pd., Muliana S.Pd., M.Pd., dianggap sebagai keuntungan strategis bagi para asesi. Keduanya diharapkan dapat menjadi mentor teknis yang lebih mudah dijangkau oleh 40 satuan pendidikan tersebut untuk berkonsultasi mengenai teknis pengisian IASP (Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan). # alimin

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda