Hilirisasi Kunyit Hitam: Kolaborasi SMKN 2 Pinrang dan Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS)

Kunyit hitam (Curcuma caesia) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki potensi besar di bidang kesehatan dan industri. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiinflamasi, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk herbal bernilai ekonomi tinggi. Namun, pemanfaatannya hingga saat ini masih terbatas pada penggunaan tradisional. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis melalui hilirisasi guna memaksimalkan nilai tambahnya.
Dalam upaya tersebut, SMKN 2 Pinrang menjalin kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS) melalui kegiatan diskusi dan tindak lanjut kerja sama yang dilaksanakan di ruang Kepala Sekolah pada 16 April 2026.
Mewakili UMS, hadir dosen dan peneliti pertanian berkelanjutan, Muhammad Aksan, S.Pd., S.P., M.Sc., yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di National Pingtung University of Science and Technology, Taiwan. Ia juga merupakan alumni SMKN 2 Pinrang.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi yang bersifat aktual dan aplikatif antara pendidikan vokasi dan perguruan tinggi. “Kolaborasi antara SMK dan perguruan tinggi harus bersifat nyata dan aplikatif, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi peserta didik serta pengembangan potensi lokal,” ujarnya.
Sebagai alumni, kehadirannya tidak hanya dalam rangka menjalin kolaborasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dengan para guru serta mengenang masa-masa selama menempuh pendidikan di SMKN 2 Pinrang.
Pertemuan ini disambut hangat oleh Kepala SMKN 2 Pinrang, H. Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kolaborasi tersebut. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung tindak lanjut kerja sama ini. Kunyit hitam memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran berbasis praktik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang bagi guru kejuruan, khususnya pada kompetensi Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), untuk bersinergi dalam meningkatkan kompetensi keilmuan dan keterampilan.
Selain itu, peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga melalui praktik langsung dalam pengolahan dan pengembangan produk berbasis kunyit hitam.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang inovatif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengelola potensi lokal menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi. (Nr_Humas)



