PKM Dosen FISIP Unismuh Soroti Kepemimpinan Politik Pemuda Berbasis Kearifan Lokal

Makassar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) digelar dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Rabu 15 April 2026 di Theater Mini Lt.5 Gedung Iqra Unismuh.
Kegiatan bertajuk, Menganalisis Kekuasaan dan Kepemimpinan Politik Angkatan Muda Berbasis Nilai Budaya Bugis Makassar, menghadirkan nara sumber akademisi Administrasi Publik, Dr. Nurwahid, Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Fauzan, S.Pd.I, Gr serta moderator seminar, Ilham Riyadi, S.Pd., M.Ikom
Diskusi diikuti mahasiswa dengan fokus pada pentingnya integrasi nilai budaya dalam praktik kepemimpinan modern.
Pada pemaparannya Wakil Dekan III Fisip Unismuh Makassar, Nurwahid menegaskan bahwa kepemimpinan tidak semata soal jabatan. “Setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin, minimal mampu memimpin dirinya sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan, kemampuan mengendalikan diri menjadi fondasi utama sebelum seseorang memimpin orang lain.
Menurut dia, kepemimpinan berkaitan erat dengan proses pengambilan keputusan dan tanggung jawab atas pilihan yang diambil. Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat dilatih sejak dini melalui lingkungan terdekat.
Selain itu, ia menjelaskan hubungan antara kekuasaan dan kepemimpinan. Kekuasaan dipandang sebagai alat untuk memengaruhi, sementara kepemimpinan merupakan proses mengarahkan. Keduanya, lanjutnya, harus dijalankan secara seimbang agar tidak menimbulkan penyimpangan.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan kekuasaan secara otoriter berpotensi menutup ruang partisipasi publik dan memicu ketidakadilan. Karena itu, pemimpin dituntut mengedepankan pendekatan demokratis, terbuka terhadap kritik, serta menjunjung nilai kemanusiaan.
Nur Wahid juga menyoroti fenomena kepemimpinan saat ini yang masih diwarnai praktik manipulasi politik dan penyalahgunaan kekuasaan. Hal tersebut dinilai dapat merusak kepercayaan masyarakat dan nilai demokrasi.
Sebagai alternatif, ia mendorong generasi muda menginternalisasi nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan seperti sipakatau (saling menghargai), sipakainge (saling mengingatkan), sipakalebbi (saling memuliakan), serta siri’ na pacce (harga diri dan empati sosial) dalam praktik kepemimpinan.
“Nilai-nilai ini relevan untuk membentuk pemimpin yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya proses kaderisasi, khususnya di lingkungan organisasi seperti Muhammadiyah. Menurutnya, kaderisasi tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan kepemimpinan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar, Dr. Syukri, dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi politik berbasis nilai lokal.
Ia menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruang implementasi nilai budaya, khususnya dalam mendorong lahirnya pemilih cerdas. “Pengabdian masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bagian dari upaya membangun demokrasi yang berkualitas,” kata Syukri.
Kegiatan yang berlangsung di Mini Hall Menara Iqra FISIP Unismuh Makassar ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tentang kepemimpinan berbasis nilai lokal, sekaligus mendorong mereka menjadi pemimpin yang adil, bertanggung jawab, dan berintegritas di masa depan.
PKM dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar ini dengan ketua tim, Dr Syukri dengan anggota; Ilham Riyadi, S.Pd., M.Ikom (dosen) serta dua mahasiswa, Nabila Burhanuddin dan Yovita Klaudia Nenes. (zahira-rahmawati-reza abdillah).



