Daerah

Nuansa Alam Iringi Perpisahan Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Gowa

Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Gowa kali ini menghadirkan suasana yang berbeda. Bertempat di Lesehan Tepi Kali Bontobaddo pada 18 April 2026, para guru Bahasa Indonesia menikmati pertemuan di tengah nuansa alam yang asri—diapit aliran kali dan hamparan sawah yang mulai bertransformasi menjadi lahan produktif dengan tanaman rambutan, kelor, hingga  kangkung.

Pelaksana Tugas Ketua MGMP, Arifuddin, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi ini menjadi simbol semangat baru dalam membangun kebersamaan dan inovasi. “Kegiatan di luar sekolah seperti ini memberi warna baru, suasana lebih segar, dan semakin meyakinkan kita untuk terus berbagi ilmu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arifuddin yang akrab disapa Daeng Agho juga mengajak para guru untuk bergabung dalam komunitas belajar berbasis digital SINDARA. Platform ini disebut sebagai wadah resmi untuk mengelola data sekaligus memperkuat jejaring komunitas guru di tingkat nasional.

Tak hanya itu, MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Gowa juga mendapat kepercayaan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa untuk menjadi panitia pelaksanaan seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Arifuddin berharap seluruh guru dapat hadir dan aktif berdiskusi terkait  lomba, sehingga ke depan partisipasi sekolah semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa, Andi Tasri, menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Alyapid yang telah memasuki masa purnabakti. Ia menilai dedikasi Alyapid sebagai guru Bahasa Indonesia di SMAN 9 Gowa telah memberi kontribusi besar bagi perkembangan MGMP.

Dalam arahannya, Andi Tasri juga menyoroti pentingnya peningkatan capaian nilai Bahasa Indonesia pada Asesmen Sumatif Akhir Jenjang 2026, serta mendorong optimalisasi kegiatan kokurikuler sebagai penunjang prestasi siswa. Ia juga berharap partisipasi sekolah dalam FLS3N semakin meningkat mengingat ajang tersebut merupakan kompetisi berjenjang hingga tingkat nasional.

Menutup kegiatan, Arifuddin menegaskan bahwa perpisahan dengan Muhammad Alyapid hanyalah sebatas purna tugas secara kedinasan. “Ini bukan sekadar perpisahan, tetapi momen untuk mengenang jasa beliau sebagai pemimpin yang inspiratif, tegas dalam keputusan, namun lembut dalam membimbing. Semangat kebersamaan yang beliau bangun harus tetap kita jaga,” ungkapnya.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan komitmen para guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Gowa untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. #Syamsud

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda