Daerah

SMA 2 Barru Gelar Pelatihan Lingkungan Bersih Sekolah, Baharuddin: Wujudkan Program Prioritas Gubernur

BARRU – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, memimpin kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis lingkungan hidup di SMAN 2 Barru, Rabu (22/4). Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret merealisasikan program unggulan Gubernur Sulawesi Selatan yang menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan asri.

Dalam arahannya, Baharuddin menjelaskan bahwa program prioritas ini mencakup upaya penghijauan yang masif untuk menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman bagi siswa. Perhatian serius juga ditujukan pada aspek kesehatan melalui perbaikan sanitasi dan pemeliharaan toilet agar senantiasa bersih dan layak pakai. Kebersihan juga harus terjaga secara menyeluruh di seluruh area halaman sekolah yang harus terlihat rapi dan bebas dari sampah.

Tidak hanya itu, pemeliharaan sarana dan prasarana juga menjadi fokus utama. Baharuddin menekankan pentingnya menjaga fasilitas sekolah agar tetap terawat, bebas dari coretan yang merusak estetika maupun fungsi meja, bangku, dinding, hingga pintu.

Dalam hal pengelolaan sampah, sekolah diharapkan menerapkan sistem yang baik, mulai dari pemilahan sampah plastik secara terpisah, hingga memaksimalkan pemanfaatan sampah organik melalui pembuatan pupuk kompos yang bernilai guna.

“Sekolah yang indah dan bersih itu bukan sekadar estetika, tapi mencerminkan karakter dan kedisiplinan warganya. Kami ingin sekolah-sekolah ini menjadi pilot project yang bisa ditiru, menjadi contoh nyata bahwa lingkungan yang sehat adalah hak setiap siswa,” tegas Baharuddin.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Barru, Syamsuddin, menyampaikan rasa syukurnya karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan penting ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi tuan rumah. Lingkungan yang asri itu ibarat ‘guru’ yang tak terlihat, yang mendidik siswa untuk selalu mencintai kebersihan. Besar harapan kami, seluruh sekolah yang hadir bisa bergerak bersama, bahu-membahu menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan kondusif,” ujar Syamsuddin.

Hadir sebagai narasumber utama yang diutus langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, Fina, memberikan paparan mendalam mengenai urgensi pelestarian lingkungan di dunia pendidikan. Menurutnya, kebijakan ini sangat strategis karena sekolah adalah tempat pertama dan utama dalam membentuk pola pikir generasi muda.

“Lingkungan sekolah bukan hanya tempat duduk dan mendengarkan pelajaran, tetapi merupakan ruang hidup kedua bagi siswa. Ketika kita berhasil menciptakan ruang kelas yang bebas coretan, toilet yang higienis, halaman yang rindang, dan sistem pengelolaan sampah yang tertib, sebenarnya kita sedang mendidik karakter. Kebiasaan melihat kebersihan dan kerapian akan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap alam,” ungkap Fina dengan tegas.

Lebih jauh, Fina menjelaskan bahwa pemilahan sampah plastik dan pembuatan kompos bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari pendidikan ekonomi sirkuler dan kesadaran ekologis.

“Sampah plastik yang dipisahkan dengan baik bisa menjadi nilai ekonomis, sementara sisa organik kembali menjadi tanah yang subur melalui kompos. Ini adalah pelajaran hidup yang nyata. Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi sangat mendukung penuh dan akan terus mendampingi agar standar ini bisa diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini pula PIC Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam mewujudkan sekolah yang sehat dan berwawasan lingkungan. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda