SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Gelar UKK di PT Megahputra Sejahtera: Perkuat Sinergi Kelas Industri

MAKASSAR – Sebanyak 20 siswa SMK Muhammadiyah 2 Bontoala melaksanakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) dengan penuh antusias pada Kamis, 30 April 2026. Menariknya, pelaksanaan ujian ini digelar langsung di lokasi magang para siswa, yakni di PT Megahputra Sejahtera, yang juga bertindak sebagai fasilitator kegiatan.
Acara pembukaan UKK ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Kepala SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, Abd Munir, S.Pd., M.Pd., Pengawas Sekolah Disdik Provinsi Sulsel, H. Kamaruddin, S.Pd., M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah, Sanusi Ramadhan, S.Sos., M.Si., serta pimpinan PT Megahputra Sejahtera beserta jajarannya.
Bekal Kompetensi dan Kemahiran Mengemudi.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, Abd Munir, menjelaskan bahwa para peserta UKK ini merupakan bagian dari kelas binaan yang telah menyelesaikan masa magang selama tiga bulan di industri.
“Kompetensi mereka telah diasah baik oleh guru di sekolah maupun instruktur di industri. Ke depannya, sekolah akan menambah pembekalan bagi siswa agar mahir mengendarai mobil dan memiliki SIM. Semoga ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan untuk bersaing di dunia kerja,” ujar Abd Munir.
Sinergi Eksklusif Kelas Industri
Pimpinan PT Megahputra Sejahtera, Ade Surya, mengungkapkan bahwa dari 40 sekolah mitra, SMK Muhammadiyah 2 Bontoala merupakan satu dari hanya tujuh sekolah yang memiliki program “Kelas Industri”.

“Kerja sama ini mencakup MoU yang luas, mulai dari magang hingga kelas training sejak kelas 10 hingga 12. Siswa belajar praktik langsung di tempat kami, dan tim kami juga ke sekolah untuk mengajar teori. UKK ini bertujuan memberikan legalitas formal atas kompetensi yang mereka miliki,” jelas Ade Surya.
Pesan Karakter dan Mentalitas “BMW”
Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah, Sanusi Ramadhan, menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab di tengah persaingan dunia kerja yang ketat. Ia mengingatkan siswa untuk bekerja keras, bekerja cerdas, serta menjaga nama baik almamater.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas Disdik Provinsi Sulsel, H. Kamaruddin, yang secara resmi membuka kegiatan, mengajak para siswa untuk berani keluar dari zona nyaman. Beliau menekankan konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha) sebagai tujuan utama lulusan SMK.
“Ubah paradigma ketakutan bekerja jauh dari orang tua. Jika ingin sukses, harus berani merantau dan menangkap peluang kerja di mana pun berada demi meningkatkan siklus kehidupan,” tegas H. Kamaruddin. Beliau juga mengingatkan pentingnya aspek karakter dan attitude siswa dalam hasil ujian nanti.
Kegiatan pembukaan ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakasek SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, Ilham, S.Pd. Pelaksanaan UKK terpantau berjalan tertib dan lancar, menandai kesiapan para siswa untuk terjun ke dunia profesional. (Heryanto)



