Daerah

MGBK Barru Gelar Evaluasi dan Penyusunan Asesmen Bakat Minat untuk Sambut SPMB dan MPLS

BARRU,_Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Barru menggelar kegiatan Evaluasi dan Penyusunan Asesmen Diagnostik Non Kognitif Tahun Pelajaran 2026–2027 yang diikuti guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA/SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Barru, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang pendidikan menengah, khususnya dalam penyusunan asesmen diagnostik non kognitif untuk peserta didik.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa asesmen diagnostik non kognitif memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan siswa.
Menurut Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., guru BK memiliki posisi strategis dalam membantu sekolah mengenali karakter, kondisi psikologis, minat, motivasi, hingga kebutuhan belajar peserta didik.
“Melalui asesmen diagnostik non kognitif, sekolah dapat memahami kondisi siswa secara lebih menyeluruh sehingga proses pembelajaran dan pendampingan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran. Dengan begitu, ke depannya peserta didik dapat mengetahui arah pengembangan diri, potensi, serta tujuan pendidikan dan karier yang ingin dicapai,” ujarnya.
Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk bersama-sama mendampingi peserta didik dalam menentukan masa depan mereka.
“Dengan itu, mari ibu bapak guru beserta orang tua bersatu padu untuk menentukan arah anak-anak kita ke depannya agar mereka memiliki tujuan yang jelas dan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kesehatan mental, dan kesiapan belajar peserta didik.
Kegiatan ini diikuti oleh guru BK SMA/SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Barru dengan masing-masing sekolah mengutus tiga orang peserta.
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada ketentuan implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan layanan pendidikan di jenjang menengah.
Melalui kegiatan tersebut, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII berharap para guru BK dapat meningkatkan kompetensi dalam melakukan evaluasi dan penyusunan asesmen diagnostik non kognitif sehingga layanan pendampingan peserta didik di sekolah dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran guru BK dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik di sekolah.
Kegiatan berlangsung dengan sangat khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang mengikuti rangkaian materi hingga selesai. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda