SMAN 8 Pinrang Terapkan Mulok Bahasa Bugis untuk Kelas X, Lestarikan Aksara Lontara

PINRANG — SMAN 8 Pinrang terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui penerapan mata pelajaran muatan lokal (mulok) Bahasa Bugis bagi siswa kelas X. Program ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam mempertahankan keberadaan aksara Lontara Bugis di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi.
Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan berbahasa Bugis secara lisan, tetapi juga dikenalkan pada penulisan aksara Lontara sebagai warisan budaya leluhur masyarakat Bugis. Para siswa tampak antusias mempelajari bentuk huruf, cara membaca, hingga praktik menulis menggunakan aksara tradisional tersebut.
Salah satu siswa kelas X, Ria Iriani, mengaku merasa tertantang sekaligus bangga mempelajari Bahasa Bugis dan aksara Lontara. Menurutnya, bahasa daerah Bugis ternyata memiliki aksara tersendiri yang disebut lontarak dan hal tersebut menjadi kekayaan budaya yang perlu dijaga bersama.
“Belajar lontarak membuat saya merasa bangga karena budaya Bugis memiliki tulisan sendiri. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya,” ungkap Ria Iriani.
Pihak sekolah menilai bahwa pelestarian bahasa dan tulisan daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya generasi muda. Melalui pembelajaran mulok ini, diharapkan siswa mampu mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya Bugis agar tetap hidup di masa mendatang.
Kepala SMAN 8 Pinrang, Handia Asyik, S.Pd., M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap penerapan mulok Bahasa Bugis tersebut. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memahami akar budaya dan kearifan lokalnya.
Dengan adanya pembelajaran Bahasa Bugis di kelas X, SMAN 8 Pinrang berharap aksara Lontara tidak sekadar menjadi simbol sejarah, melainkan tetap digunakan dan dikenal oleh generasi muda sebagai identitas budaya Bugis yang patut dibanggakan.#Humas SMAN 8 Pinrang



