Tingkatkan Fokus Belajar, SMAN 14 Maros Terapkan Kebiasaan Kumpul HP Sebelum Masuk Kelas

MAROS – Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari gangguan digital, SMA Negeri 14 Maros menerapkan kebijakan unik namun efektif. Setiap pagi, sebelum proses belajar mengajar (PBM) dimulai, seluruh siswa diwajibkan mengumpulkan telepon genggam (HP) mereka di tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Kebiasaan baru ini lahir bukan tanpa alasan. Di era digital saat ini, ketergantungan remaja terhadap smartphone seringkali menjadi tantangan terbesar bagi para guru di dalam kelas. Notifikasi media sosial, game, hingga obrolan daring kerap memecah konsentrasi siswa saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran.

Kepala Sekolah SMAN 14 Maros, H. Nikmat, S.Pd, menuturkan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama antara pihak sekolah, guru, dan komite mediasi orang tua siswa.
“Kami ingin mengembalikan fungsi kelas sebagai ruang interaksi ilmiah dan sosial yang murni. Dengan menyimpan HP sebelum masuk kelas, siswa bisa lebih fokus menyerap pelajaran dan membangun komunikasi yang lebih sehat dengan teman sejawat maupun guru,” ujar H. Nikmat.
Mekanisme Penyimpanan yang Aman
Pihak sekolah juga memastikan bahwa keamanan perangkat milik siswa menjadi prioritas utama. Mekanisme pengumpulan diatur secara tertib:
Waktu Pengumpulan: Dilakukan saat apel pagi atau sesaat sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

Wadah Khusus: Setiap kelas dilengkapi dengan loker atau kotak khusus yang diberi nomor sesuai absen siswa.
Pengawasan: Kotak tersebut disimpan di tempat aman dan hanya akan dibagikan kembali saat jam istirahat atau ketika pulang sekolah.
Meski demikian, H. Nikmat menambahkan bahwa sekolah tidak anti-teknologi. Jika ada mata pelajaran tertentu yang membutuhkan akses internet atau aplikasi pembelajaran khusus, guru mata pelajaran diperbolehkan menginstruksikan siswa untuk mengambil kembali HP mereka untuk kebutuhan belajar.
Sejak kebijakan ini intensif diterapkan, perubahan positif mulai terlihat di lingkungan SMAN 14 Maros. Beberapa guru mengaku suasana kelas menjadi jauh lebih hidup dan interaktif.
Tidak hanya dari sisi akademik, saat jam istirahat pun suasana sekolah kini lebih ramah. Siswa yang biasanya asyik menunduk menatap layar HP masing-masing, sekarang terlihat lebih banyak mengobrol, berdiskusi, dan beraktivitas fisik di area sekolah.
“Ini adalah langkah kecil untuk masa depan yang besar. Kita tidak bisa menjauhkan anak-anak dari teknologi, tapi kita bisa melatih mereka untuk bijak dan tahu kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya,” tutup H. Nikmat, S.Pd.
Langkah SMAN 14 Maros ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Maros dalam menghadapi tantangan disrupsi digital di dunia pendidikan. (Alimin)



