SMA 1 Pinrang dan SMA 2 Parepare Terima Penghargaan & Plakat dari Menteri Dikdasmen Prof Muti

PINRANG – Dua sekolah unggulan yakni SMA Negeri 1 Pinrang dan SMA Negeri 2 Parepare, resmi menerima penghargaan bergengsi beserta plakat langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam acara penyerahan yang digelar di SMA Negeri 1 Pinrang, Senin (18/5/2026).
Penghargaan dan plakat atas keberhasilan meraih prestasi tingkat nasional dalam Apresiasi Giat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Tahun 2025 ini diserahkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Mukhsin. Ia bertindak mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., selaku pemberi penghargaan resmi tersebut .
Dalam penyerahan yang berlangsung khidmat, Toha Mukhsin menyerahkan sertifikat dan plakat kepada perwakilan dari kedua sekolah pemenang.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas komitmen, inovasi, dan keberhasilan sekolah menjadikan bahasa Indonesia sebagai kekuatan utama pendidikan, serta konsistensi dalam melaksanakan program UKBI hingga menembus jajaran terbaik nasional.
Toha Mukhsin yang juga bertindak sebagai narasumber utama kegiatan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam. Ia menegaskan, capaian ini bukan sekadar prestasi, melainkan bukti nyata keberhasilan penerapan peran sekolah sesuai panduan resmi: ruang akademis pemartabatan bahasa, penengah keberagaman dialek, pelaksana UKBI bagi seluruh siswa, pendorong standar nasional, pemerataan tes bagi siswa multikultur, dan menjadikan sertifikat UKBI sebagai dokumen pendamping akademik.
“Saya sangat senang dan bangga. Cabang Dinas Wilayah VIII sangat serius mendampingi sekolah, mengelola dan menguatkan aras bahasa. Padahal kita tahu kualitas literasi masih perlu terus ditingkatkan. Keberhasilan SMA 1 Pinrang dan SMA 2 Parepare membuktikan bahwa ketika pendampingan dan pelaksanaan dilakukan benar sesuai pedoman, hasilnya luar biasa dan diakui pusat,” ungkap Toha Mukhsin saat memberikan sambutan.
Ia juga menjelaskan bahwa penghargaan ini semakin bermakna karena saat ini UKBI telah ditetapkan sebagai syarat sah seleksi Beasiswa Unggulan, indikator kecerdasan dan karakter, serta instrumen strategis pemerintah mencetak pemimpin berkarakter dan beridentitas Indonesia.
Sementara itu, Sudirman perwakilan SMA Negeri 2 Parepare menyatakan rasa syukur. “Kami bangga bisa mempertahankan capaian sejak tahun 2024. Penghargaan dari Menteri ini menjadi tanggung jawab besar untuk terus menjaga budaya berbahasa dan menjadi teladan,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 1 Pinrangn, diwakili Rosyantk mengaku capaian ini menjadi bukti bahwa menjadikan bahasa Indonesia sebagai prioritas utama di sekolah, menjembatani keberagaman, dan memastikan semua siswa ikut UKBI, adalah kunci keberhasilan.
Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, menegaskan akan terus memperkuat pembinaan. “Ini kebanggaan wilayah kami. Kami pastikan peran sekolah dalam pemartabatan bahasa terus berjalan, agar makin banyak sekolah berprestasi dan literasi kita makin kokoh,” tegasnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan Penguatan Literasi Kebahasaan dan dihadir kepala sekolah, dan dua guru berasal dari 14 SMA SMK di Pinrang dan di Parepare, mempertegas komitmen semua pihak menjadikan kemahiran berbahasa Indonesia sebagai pondasi utama pendidikan dan karakter bangsa. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)



