UKI Paulus Berusia 63 Tahun, Perkuat Kedokteran hingga Riset dan Inovasi

MAKASSAR. Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar memasuki usia ke-63 dengan terus memperkuat pengembangan akademik, sumber daya manusia, riset, inovasi, serta perluasan akses pendidikan.
Sejumlah capaian tersebut disampaikan Rektor UKI Paulus Prof Dr Agus Salim, SH, MH, pada Dies Natalis ke-63 yang dirangkaikan dengan Wisuda Sarjana ke-68 dan Magister ke-44, Rabu (2/9/2026).
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa tersebut sekaligus menjadi pelaksanaan Wisuda Periode II Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Dies Natalis ke-63 mengusung tema “63 Tahun UKI Paulus: Bertumbuh dalam Iman, Berinovasi dalam Karya, Berdampak bagi Bangsa.”
Agus Salim mengatakan, di usia lebih dari enam dekade, UKI Paulus terus mengokohkan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di kawasan Indonesia Timur.
Transformasi itu salah satunya terlihat dari pengembangan kelembagaan. Dalam delapan tahun terakhir, UKI Paulus berhasil menambah 12 program studi yang mencakup jenjang diploma, sarjana, profesi, magister hingga doktor.
Fakultas Kedokteran Jadi Magnet Baru
Salah satu pengembangan yang mendapat perhatian adalah Fakultas Kedokteran UKI Paulus.
Meski usianya belum genap satu tahun, fakultas tersebut disebut mendapat respons positif dari masyarakat, terutama di kawasan Indonesia Timur.
Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, jumlah pendaftar Fakultas Kedokteran mencapai 80 orang. Angka tersebut melampaui kuota sebanyak 50 mahasiswa.
Kondisi itu membuat UKI Paulus menerapkan proses seleksi secara ketat untuk memenuhi standar dan ketentuan Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek.
Fakultas Kedokteran juga telah dilengkapi berbagai fasilitas pembelajaran modern, termasuk laboratorium dengan peralatan praktikum serta perpustakaan digital yang menyediakan akses terhadap jurnal internasional.
“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu menitipkan anak-anaknya yang ingin menjadi dokter melalui Fakultas Kedokteran UKI Paulus,” kata Agus Salim.
Selain kedokteran, UKI Paulus tahun ini resmi menerima mahasiswa baru pada Program Studi Teknik Pertambangan.
Program tersebut dibuka untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertambangan. Animo masyarakat juga tergolong tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 orang.
Perkuat Riset dan Mutu Akademik
Penguatan UKI Paulus juga berlangsung pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada 2026, perguruan tinggi tersebut memenangkan hibah penelitian sebanyak 17 judul dengan nilai kontrak Rp1,285 miliar. Selain itu, satu program pengabdian kepada masyarakat memperoleh hibah senilai Rp149,96 juta.
Dari aspek mutu, dua program studi telah memperoleh akreditasi Unggul, yakni S1 Teknik Sipil dan S1 Teknik Mesin.
Tujuh program studi lainnya terakreditasi Baik Sekali, delapan berstatus Baik, dan enam program studi memperoleh status akreditasi pertama.
Penguatan sumber daya manusia juga terus dilakukan. UKI Paulus kini memiliki 13 guru besar, 30 lektor kepala, serta 58 dosen berkualifikasi doktor.
Dua dosen sedang berproses menuju jenjang profesor. Selain itu, 13 dosen tengah menyelesaikan pendidikan doktor dan dua dosen menempuh program magister. UKI Paulus juga menambah 27 dosen baru.
Dalam bidang publikasi, dosen dan mahasiswa UKI Paulus menghasilkan 26 buku, 31 artikel pada jurnal internasional bereputasi, dan 174 artikel jurnal nasional.
Produktivitas akademik itu juga menghasilkan tiga invensi yang memperoleh paten dan 20 hak cipta.
Akses Pendidikan dan Internasionalisasi
UKI Paulus juga memperluas akses pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Jumlah mahasiswa RPL pada Tahun Akademik 2025/2026 mencapai 800 orang. Sekitar 400 mahasiswa kembali masuk melalui program tersebut pada semester ganjil 2026.
Agus Salim menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UKI Paulus terus meningkat.
Dimensi internasionalisasi mulai diperkuat. Pada Tahun Akademik 2025/2026, UKI Paulus menerima 13 mahasiswa internasional asal Timor Leste yang tersebar pada sejumlah program sarjana dan vokasi.
Sementara itu, dukungan terhadap akses pendidikan diberikan melalui sejumlah skema beasiswa. Sebanyak 579 mahasiswa tercatat sebagai penerima beasiswa, mulai dari KIP Kuliah, Afirmasi Pendidikan, Beasiswa Unggulan Kemendiktisaintek, bantuan pemerintah daerah hingga perusahaan.
UKI Paulus juga memberikan kontribusi bantuan UKT bagi mahasiswa KIP sekitar Rp2,5 miliar per semester. Di sisi pengembangan fasilitas, pembangunan dan renovasi gedung untuk Fakultas Kedokteran pada periode ini mencapai sekitar Rp15 miliar dan masih berlangsung.
Kukuhkan 682 Lulusan
Momentum Dies Natalis ke-63 juga ditandai dengan pengukuhan 682 wisudawan, terdiri atas 348 sarjana dan 334 magister.
Lulusan sarjana berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Informatika dan Komputer.
Sementara itu, lulusan pascasarjana terdiri atas 69 orang Magister Teknik Sipil, 77 Magister Ilmu Hukum, 178 Magister Manajemen, dan 10 Magister Teknik Mesin.
Kepada para wisudawan, Agus Salim mengingatkan bahwa selesainya pendidikan di perguruan tinggi bukan merupakan akhir perjalanan.
Ia berharap lulusan UKI Paulus mampu menjadi generasi tangguh, kreatif, inovatif, dan adaptif serta memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Selamat berbahagia dan selamat memasuki universitas sesungguhnya yakni masyarakat. Jagalah selalu nama baik almamater kita Universitas Kristen Indonesia Paulus sebagai ibu kandung akademik Anda,” pesan Agus Salim. ***



