Di Bawah Kepemimpinan Prof A. Niniek Lantara, Dosen Perempuan Turun Membangun Desa

SOPPENG. Peran dosen tidak hanya berhenti di ruang kuliah dan laboratorium.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), akademisi dituntut hadir di tengah masyarakat untuk menawarkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Semangat itulah yang terus diperjuangkan Ketua Forum Dosen Perempuan (FDP) LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Prof. Dr. Hj. A. Niniek Lantara, M.Si, melalui gerakan kolaborasi dosen perempuan lintas perguruan tinggi.
Di bawah kepemimpinannya, 41 dosen perempuan, yang terdiri atas guru besar, doktor, pimpinan perguruan tinggi, dan akademisi dari berbagai kampus swasta di Sulawesi, melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Soppeng, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan mengusung tema “Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Ekonomi, Digitalisasi, Ketahanan Pangan, Pendidikan, dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat di Kabupaten Soppeng.”
Menurut Prof. Niniek, pembangunan desa memerlukan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kolaborasi dosen perempuan, kami ingin memastikan ilmu pengetahuan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Guru Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu menjelaskan, Forum Dosen Perempuan dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat jejaring akademisi perempuan dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai kolaborasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama di era transformasi digital.
4Karena itu, Forum Dosen Perempuan terus mendorong anggotanya agar aktif melakukan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin para dosen perempuan tidak hanya produktif menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga hadir memberikan pendampingan kepada masyarakat sesuai bidang keahlian masing-masing. Kampus harus mampu menjadi mitra pembangunan yang menghadirkan solusi,” katanya.
Prof. Niniek mengungkapkan, kegiatan di Kabupaten Soppeng merupakan pengabdian kedua yang dilaksanakan Forum Dosen Perempuan di daerah tersebut. Keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen organisasi untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sebelum menuju lokasi pengabdian, rombongan diterima oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, di Rumah Jabatan Bupati.
Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas kontribusi para dosen perempuan dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan akademik dan pemberdayaan masyarakat.
Pelaksanaan PKM mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng, Dr. Hj. Andi Adawiah, SE., MM, yang menjadi tuan rumah kegiatan.
Menurut Prof. Niniek, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Sekretaris Forum Dosen Perempuan, Dr. ST Hatidja, SE., M.Pd, menjelaskan kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi, penyuluhan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, digitalisasi desa, ketahanan pangan, pendidikan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bagi Prof. Niniek, keberhasilan sebuah kegiatan pengabdian tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau banyaknya materi yang disampaikan, tetapi dari perubahan yang dapat dirasakan masyarakat setelah program selesai dilaksanakan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi lokalnya,” tuturnya.
Melalui kepemimpinannya di Forum Dosen Perempuan LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Prof. A. Niniek Lantara terus mendorong tumbuhnya budaya kolaborasi antarakademisi perempuan.
Baginya, penguatan jejaring dosen perempuan bukan hanya memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperbesar kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.(yamus)



