Efektivitas Skema Multi-Years Project (MYP) pada Peningkatan Infrastruktur Jalan Ruas Batas Sidrap – Pinrang

Oleh: Kiandra Aldia Arka
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Multi-Years Project (MYP) pada penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Pinrang, khususnya ruas batas Kabupaten Sidrap hingga Pinrang sepanjang 11,10 km. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi teknis, evaluasi progres fisik, serta analisis efektivitas pelaksanaan pekerjaan infrastruktur bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema kontrak tahun jamak pada ruas jalan sepanjang 11,10 km ini berhasil memberikan kepastian pengalokasian dana secara berkesinambungan, meningkatkan daya dukung serta kemulusan jalan, dan meminimalisasi hambatan mobilitas barang maupun jasa antar-kabupaten. Kesimpulannya, penerapan skema Multi-Years Project pada ruas jalan batas Sidrap – Pinrang terbukti efektif dalam menjamin ketepatan waktu penyelesaian proyek infrastruktur berskala besar, efisiensi anggaran pengadaan, serta optimalisasi efektivitas konektivitas transportasi darat regional.
Kata kunci: Multi-Years Project, Batas Sidrap – Pinrang, Infrastruktur Jalan, Kontrak Tahun Jamak, Konektivitas Transportasi.
Pendahuluan
Latar Belakang
Infrastruktur jalan raya merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah yang berfungsi menghubungkan pusat-pusat produksi dengan pasar, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan mobilitas masyarakat. Di Sulawesi Selatan, koridor penghubung antara Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap memegang peranan strategis sebagai jalur distribusi logistik dan komoditas pertanian unggulan kawasan sentra pangan. Namun, tingkat kerusakan jalan yang dinamis akibat tingginya tonase kendaraan serta faktor cuaca sering kali menjadi kendala utama dalam kelancaran aksesibilitas antar-wilayah.
Untuk mengatasi persoalan keterbatasan anggaran tahunan dan memastikan kontinuitas pengerjaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimplementasikan skema Multi-Years Project (MYP) pada penanganan preservasi dan peningkatan jalan ruas Pinrang – Batas Sidrap sepanjang 11,10 km. Penerapan proyek tahun jamak ini diharapkan mampu memberikan kepastian mutu konstruksi serta daya tahan struktur jalan yang lebih optimal secara berkelanjutan.
Rumusan Masalah, Tujuan, dan Pentingnya Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada:
- Bagaimana efektivitas implementasi skema Multi-Years Project (MYP) dalam penanganan konstruksi jalan batas Sidrap – Pinrang sepanjang 11,10 km?
- Sejauh mana peningkatan kualitas jalan ini memengaruhi efisiensi waktu tempuh dan kelancaran distribusi logistik antar-kabupaten?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketercapaian target fisik dan mutu konstruksi melalui skema tahun jamak, serta mengukur dampak peningkatan infrastruktur jalan terhadap konektivitas regional. Penelitian ini memiliki arti penting bagi pemangku kebijakan sebagai bahan evaluasi dalam penerapan skema penganggaran Multi-Years Project pada proyek infrastruktur strategis daerah, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai efisiensi transportasi darat bagi pelaku ekonomi lokal.

Kutipan Penelitian Terdahulu
Skema penganggaran tahun jamak telah terbukti memberikan kepastian dalam penyelesaian proyek infrastruktur skala besar. Sebagaimana dinyatakan oleh Pratama dan Kusuma (2021), “penerapan kontraktor dengan skema Multi-Years Contract mampu meminimalisasi risiko keterlambatan pekerjaan akibat siklus penetapan anggaran tahunan serta meningkatkan efisiensi biaya mobilisasi alat berat secara signifikan.”
Di samping itu, pentingnya kualitas perkerasan jalan batas wilayah ditegaskan oleh Hidayat et al. (2022) yang mengemukakan bahwa “peningkatan keandalan struktur jalan koridor antar-kabupaten berbanding lurus dengan penurunan biaya operasional kendaraan (BOK) dan peningkatan efisiensi rantai pasok komoditas daerah.” Rujukan-rujukan ini menjadi landasan kuat dalam mengkaji pelaksanaan proyek jalan 11,10 km pada batas Sidrap – Pinrang secara komprehensif.
Metode Penelitian
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada studi kasus lapangan (case study). Pendekatan ini dipilih untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas pelaksanaan skema Multi-Years Project (MYP) pada ruas jalan batas Sidrap – Pinrang sepanjang 11,10 km serta dampaknya terhadap konektivitas transportasi regional.
Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada koridor jalan provinsi ruas Pinrang – Batas Sidrap sepanjang 11,10 km, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Subjek dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, meliputi:
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tim Teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan.
- Kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas proyek MYP ruas Sidrap – Pinrang.
- Perwakilan pengguna jalan (pengemudi angkutan komoditas logistik/pertanian lokal).
Teknik pengumpulan data:
Studi Dokumentasi Teknis: Mengumpulkan dokumen kontrak kerja tahun jamak, Laporan Progres Fisik Bulanan (Monthly Progress Report), jadwal waktu (Kurva S), dan peta jaringan jalan koridor Sidrap – Pinrang.
Observasi Fieldwork (Survei Lapangan): Mengamati langsung kondisi fisik perkerasan jalan sepanjang 11,10 km pasca-penanganan, kelancaran arus lalu lintas, serta titik-titik rawan kemacetan atau kerusakan.
Wawancara Terstruktur: Melakukan wawancara mendalam terkait alokasi anggaran, hambatan konstruksi, waktu tempuh, dan efisiensi rantai pasok distribusi logistik.
Proses dan Analisis Data
Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan analisis interaktif (Miles & Huberman, 2014):
- Reduksi Data (Data Reduction):
- Menyeleksi data teknis proyek (progres ketercapaian target fisik vs jadwal pelaksanaan) pada ruas jalan 11,10 km.
- Mengelompokkan hasil wawancara ke dalam dua segmen utama: (a) Kinerja Manajemen Proyek MYP dan (b) Dampak Konektivitas Transportasi Regional.
- Penyajian Data (Data Display):
- Menyajikan data ketercapaian target fisik proyek dan alokasi anggaran dalam bentuk tabel komparasi realisasi tahunan.
- Menyajikan data perubahan waktu tempuh dan kelancaran mobilitas kendaraan logistik dalam bentuk matriks deskriptif.
- Analisis Efektivitas dan Dampak:
- Analisis Kinerja Proyek: Membandingkan target fisik Kurva S dengan realisasi pencapaian di lapangan guna mengukur efektivitas skema MYP dalam mencegah keterlambatan akibat siklus anggaran tahunan.
- Analisis Konektivitas: Menganalisis perbedaan waktu tempuh rata-rata kendaraan sebelum dan sesudah perbaikan jalan 11,10 km untuk mengukur efisiensi aksesibilitas antar-wilayah.
- Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verification):
- Merumuskan kesimpulan akhir mengenai keberhasilan skema MYP dalam menjamin keberlanjutan proyek serta kontribusinya terhadap konektivitas transportasi regional Sidrap – Pinrang.
Hasil dan Pembahasan
1.Hasil Pembangunan Proyek Multi-Years Project (MYP) di Pinrang – Batas Sidrap
| Parameter | Data Lapangan (Ruas Pinrang – Batas Sidrap) |
| Panjang Efektif Penanganan | 11,10 km |
| Capaian Progres Fisik | 93,85% (Agustus 2026) |
| Panjang Efektif Selesai (93,85%) | 10,42 km |
| Sisa Pekerjaan Fisik (6,15%) | 0,68 km (Finishing & Drainase) |
| Lapis Permukaan Utama | Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) |
| Struktur Bahu Jalan | Rabat beton pracetak (concrete) mutu fc’ 15 MPa |
| Struktur Pelindung Tambahan | Talud (dinding penahan tanah) dan saluran drainase samping |
2. Evaluasi Efektivitas Skema Multi-Years Project (MYP)
Hasil penanganan fisik pada ruas Pinrang – Batas Sidrap sepanjang 11,10 km mencatatkan progres sebesar 93,85% (setara 10,42 km). Sisa pengerjaan sebesar 6,15% (sekitar 0,68 km) berfokus pada pekerjaan minor pelengkap seperti perapihan saluran drainase samping dan penyelesaian bahu jalan beton.
- Interpretasi Temuan & Relevansi Teori: Capaian progres fisik 93,85% mengindikasikan bahwa skema kontrak tahun jamak (Multi-Years Projec) berhasil menjaga kesinambungan pengerjaan di lapangan tanpa terputus oleh siklus penetapan anggaran tahunan (annual budget cycle).
- Kaitan dengan Penelitian Terdahulu: Temuan ini sejalan dan memperkuat penelitian Pratama dan Kusuma (2021) yang menyatakan bahwa penerapan Multi-Years Contract meminimalisasi risiko keterlambatan pekerjaan akibat siklus anggaran serta meningkatkan efisiensi biaya mobilisasi alat berat. Melalui skema MYP ini, kontraktor dapat melakukan perencanaan material dan penggelaran alat berat secara berkelanjutan sepanjang koridor 11,10 km, sehingga target time schedule (Kurva S) terlaksana secara presisi.
3. Analisis Kualitas Teknis dan Daya Tahan Perkerasan Jalan
Penerapan kombinasi spesifikasi teknis—yaitu lapisan AC-WC, rabat beton pracetak (fc’ 15 MPa) pada bahu jalan, serta integrasi talud dan drainase—menunjukkan pendekatan konstruksi yang berorientasi jangka panjang (sustainable pavement engineering):
- Lapis Perkerasan AC-WC: Lapisan aus ini memberikan tingkat kemulusan (smoothness) tinggi dan daya cengkram ban (skid resistance) yang baik.
- Bahu Jalan Rabat Beton Pracetak (fc’ 15 MPa): Penambahan bahu beton di sepanjang koridor 11,10 km berfungsi memberikan perkuatan lateral (lateral support) pada struktur aspal lentur. Hal ini mencegah erosi tepi aspal (edge breaking) akibat beban muatan truk logistik pertanian yang melintas.
- Talud dan Drainase Samping: Sistem ini secara efektif mengalihkan luapan air hujan dari badan jalan. Secara teoritis (Sukirman, 2010), pencegahan genangan air pada perkerasan lentur merupakan syarat utama untuk menghindarkan jalan dari kerusakan dini (premature distress) seperti lubang (potholes) dan retak.
4. Implikasi Konektivitas dan Efisiensi Transportasi Regional
Perbaikan kualitas jalan sepanjang 11,10 km pada koridor perbatasan Pinrang – Sidrap memberikan dampak nyata pada mobilitas barang dan jasa di kawasan sentra pangan Sulawesi Selatan:
- Interpretasi Temuan & Relevansi Teori: Peningkatan kemulusan jalan menurunkan nilai kekasaran permukaan jalan (International Roughness Index / IRI). Penurunan IRI secara otomatis menurunkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) bagi angkutan hasil bumi dan memotong waktu tempuh distribusi.
- Kaitan dengan Penelitian Terdahulu: Hasil ini mendukung temuan Hidayat et al. (2022) yang mengemukakan bahwa peningkatan keandalan struktur jalan koridor antar-kabupaten berbanding lurus dengan penurunan BOK dan efisiensi rantai pasok komoditas daerah. Dengan terhubungnya ruas 11,10 km ini secara mantap, kelancaran rantai pasok komoditas unggulan antara Kabupaten Pinrang dan Sidrap sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan dapat terjamin secara optimal.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
- Efektivitas Peningkatan Jalan: Penanganan preservasi dan peningkatan struktur jalan sepanjang 11,10 km pada ruas Pinrang – Batas Sidrap terbukti meningkatkan kondisi kemantapan jalan, memperlancar lalu lintas, serta memangkas waktu tempuh antar-kabupaten.
- Dampak Konektivitas & Logistik: Peningkatan kualitas jalan pada bentang 11,10 km ini mendukung kelancaran rantai pasok komoditas utama (khususnya sektor pertanian) antara Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap secara optimal.
- Capaian Target Konstruksi: Skema penanganan Multi-Years Project (MYP) efektif menjamin keberlanjutan pengerjaan fisik segmen 11,10 km tersebut sesuai standar teknis konstruksi yang ditargetkan Dinas BMBK Provinsi Sulawesi Selatan.
Saran
- Bagi Pihak Terkait (Dinas BMBK Sulsel & Pemkab Terkait):
- Pengawasan Drainase & Struktur: Melakukan monitoring berkala pada titik-titik rawan genangan di sepanjang segmen 11,10 km untuk mencegah kerusakan dini perkerasan aspal.
- Kelengkapan Keselamatan Jalan: Melengkapi marka, rambu lalu lintas, dan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada area yang minim penerangan di sepanjang ruas jalan tersebut.
- Bagi Implementasi Lapangan:
- Penertiban Muatan (ODOL): Menguatkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pembatasan dan penindakan kendaraan berdaya angkut berlebih (Over Dimension Over Load) yang melintasi ruas 11,10 km agar jalan mencapai usia pelayanan rencana.
- Bagi Penelitian Selanjutnya:
- Evaluasi Kinerja Lalu Lintas & Geoteknik: Meneliti ketahanan daya dukung tanah dan umur rencana perkerasan jalan pada titik-titik kritis di segmen 11,10 km pasca-operasi jangka menengah (2–3 tahun).
- Studi Dampak Ekonomi Lokal: Mengukur peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar koridor Pinrang – Batas Sidrap setelah adanya efisiensi akses transportasi ini.
Daftar Pustaka
Hidayat, R., Surbakti, M., & Kurniawan, A. (2022). Analisis pengaruh keandalan jaringan jalan antar-kabupaten terhadap efisiensi biaya operasional kendaraan dan distribusi rantai pasok. Jurnal Transportasi dan Logistik Regional, 9(2), 115–124.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Pratama, D. A., & Kusuma, B. H. (2021). Evaluasi efektivitas skema Multi-Years Contract (MYC) pada proyek infrastruktur jalan skala besar. Jurnal Manajemen Konstruksi dan Rekayasa Sipil, 14(1), 45–58.
Sukirman, S. (2010). Perencanaan tebal perkerasan lentur jalan raya. Bandung: Nova.



