Berita

268 Pengurus PGRI se-Sulsel Ikuti Konkerprov II, Bahas Perlindungan Guru

MAKASSAR.  Sebanyak 268 pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dari seluruh Sulawesi Selatan dijadwalkan mengikuti Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Sulsel Tahun 2026 di Hotel Dalton Makassar, Kamis-Sabtu (22-24/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan sejumlah agenda strategis, termasuk perlindungan profesi guru dan peningkatan mutu pendidikan.

Ketua Panitia Pelaksana Konkerprov II PGRI Sulsel, Hj Juhrah SSos MAP, kepada media, Kamis (22/10) pagi, menjelaskan peserta terdiri atas 243 utusan pengurus PGRI dari 24 kabupaten/kota dan 25 pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan.

Konferensi kerja masa bakti XXIII Tahun 2024-2029 ini mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju.”

Menurut Juhrah, konferensi merupakan forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi, memperkuat hubungan antarpengurus, serta merumuskan kebijakan dan program PGRI Sulsel tahun 2026-2027.

“Konferensi kerja menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengevaluasi berbagai program PGRI Sulsel,” jelas Juhrah.

Ketua PB PGRI Dijadwalkan Hadir

Juhrah mengatakan, Ketua Umum PB PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd yang sebelumnya direncanakan menghadiri kegiatan tersebut akan diwakili salah seorang Ketua PB PGRI, Dr Abdul Halim Momo SPd MSi.

Abdul Halim Momo dijadwalkan memberikan sambutan mewakili Ketua Umum PB PGRI sekaligus menyampaikan arahan mengenai kebijakan organisasi dalam rangkaian persidangan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dijadwalkan membuka secara resmi Konkerprov II pada Kamis (22/10) malam.

Ketua PGRI Sulsel Prof Dr H Hasnawi Haris MHum akan memberikan sambutan mengenai perkembangan organisasi dan program kerja PGRI di Sulawesi Selatan.

Menurut Juhrah, kehadiran unsur Pengurus Besar PGRI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam memperjuangkan kepentingan guru, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong kemajuan pendidikan.

Perlindungan Guru Jadi Perhatian

Selain mengevaluasi program organisasi, Konkerprov II juga mengagendakan pembahasan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Salah satu materi utama ialah sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dijadwalkan disampaikan Dr Muhammad Nasir MPd, Jumat (23/10).

Pada kesempatan yang sama, peserta juga dijadwalkan memperoleh paparan dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan serta pengurus Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI.

Pembahasan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman pengurus PGRI mengenai pendampingan dan perlindungan hukum bagi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Konferensi juga membahas program Perempuan PGRI dan penguatan peran Perwakilan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sulawesi Selatan.

Evaluasi Program Organisasi

Dalam rangkaian persidangan, pengurus PGRI kabupaten/kota akan menyampaikan laporan dan pandangan umum terhadap pelaksanaan program PGRI Provinsi Sulawesi Selatan.

Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris bersama jajaran pengurus juga dijadwalkan menyampaikan laporan pelaksanaan program mandatori, laporan keuangan, serta rencana program organisasi tahun 2026-2027.

Selanjutnya, pembahasan dilakukan melalui tiga komisi. Komisi A membahas keorganisasian dan pernyataan organisasi, Komisi B membahas program mandatori, sedangkan Komisi C membahas keuangan organisasi.

Hasil pembahasan komisi akan disampaikan dalam sidang pleno untuk mendapatkan pengesahan sebagai pedoman pelaksanaan program organisasi.

Juhrah berharap keterlibatan 268 pengurus dari seluruh Sulawesi Selatan dapat menghasilkan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan tantangan pendidikan.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, serta perubahan kebijakan pendidikan menuntut PGRI terus memperkuat perannya sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan.

Konkerprov II dijadwalkan berakhir Sabtu (24/10), dengan acara penutupan oleh Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris.

Melalui konferensi tersebut, PGRI Sulsel diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan aspirasi guru, meningkatkan kompetensi pendidik, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan.(*)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda