Maju di Muswil III, Syaifuddin Muhiddin Siap Dorong Transformasi Mutu Pendidikan IGI Sulsel

MAKASSAR — Ketua Daerah (Ketda) Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pinrang, Syaifuddin Muhiddin, menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam panggung pemilihan Ketua Wilayah pada Musyawarah Wilayah (Muswil) III IGI Sulawesi Selatan. Mengusung misi besar meningkatkan mutu pendidikan di Sulsel, Syaifuddin siap membawa organisasi profesi guru ini bergerak lebih progresif.
Muswil III IGI Sulsel sendiri dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026, berpusat di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Jl. A.P. Pettarani, Kota Makassar.
Syaifuddin diprediksi akan bersaing ketat dengan tiga kandidat kuat lainnya yang juga merupakan para pemimpin daerah, yakni Sumiati (Ketda Makassar), Amirullah (Ketda Jeneponto), dan Ilham Hasanuddin (Ketda Wajo). Meski dinamika pemilihan diperkirakan hangat, Syaifuddin menegaskan fokus utamanya adalah membawa visi perubahan bagi kualitas guru dan siswa di Sulawesi Selatan.
Fokus pada Kualitas, Bukan Formalitas
Kesiapan Syaifuddin ini sejalan dengan tema besar yang diangkat dalam Seminar Nasional pembuka Muswil, yaitu “Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan: Mengubah Formalitas Menjadi Kualitas”.
Pelaksana Tugas (Pls) Ketua IGI Wilayah Sulsel, Abdul Wahid Nara, mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin berat.
”Tanpa strategi mutu, sekolah hanya akan menjadi mesin pencetak ijazah. Bersama strategi mutu, kita sedang berinvestasi pada lahirnya generasi emas yang siap membawa bangsa ini bersaing di panggung dunia,” ujar Abdul Wahid Nara.
Seminar Nasional yang digelar Sabtu (4/7) pukul 09.00 WITA ini menghadirkan tokoh pemangku kebijakan pendidikan di Sulsel, di antaranya Kepala BBPMP Sulsel Dr. Ir. Imran, S.Kom., M.T., Kepala BBGTK Sulsel Dr. Arman Agung, M.Pd., serta Abdul Wahid Nara sendiri, dengan dimoderatori oleh Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar).
Syarat Ketat Kepesertaan
Ketua Panitia Pelaksana, Sumiati, menyampaikan bahwa gelaran akbar triunan ini akan dihadiri oleh perwakilan Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta utusan dari 24 Pengurus Daerah se-Sulsel.
Namun, panitia menerapkan aturan organisasi yang ketat. Hak suara dan status sebagai peserta penuh hanya diberikan kepada Pengurus Daerah yang masih memiliki Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang sah dan berlaku.(muasri)



