Mahasiswa Unismuh Makassar Belajar Politik di Golkar Sulsel, Sittiara Ungkap Tantangan Merebut Kembali Kepercayaan Pemilih

Laporan: Anisya Hidayah Nur (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar)
Makassar. Puluhan mahasiswa semester III Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti kuliah lapangan di Kantor DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026) siang.
Mahasiswa peserta mata kuliah Komunikasi Politik tersebut didampingi dosen pengampu, Dr. Muhammad Yahya, M.Si., dan diterima Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Partai Golkar Sulsel, Dra. Hj. Sittiara, M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan dinamika Partai Golkar, perubahan perilaku pemilih, tantangan persaingan politik, hingga strategi kaderisasi untuk menghadapi Pemilu 2029.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Politik, Muhammad Yahya, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran untuk mempertemukan teori komunikasi politik dengan praktik yang berlangsung dalam organisasi partai.
Menurut penulis buku Ilham Arief Sirajuddin, Perjalanan Masih Panjang ini, Partai Golkar dipilih karena memiliki pengalaman panjang dalam perjalanan politik Indonesia.
“Tujuan kuliah lapangan ini agar mahasiswa mengenal dan memahami secara langsung Partai Golkar sebagai salah satu kekuatan politik yang mampu bertahan selama beberapa dekade, melewati perubahan rezim, dan tetap eksis hingga sekarang,” kata Muhammad Yahya.
Doktor Sosiologi Politik Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menambahkan, perjalanan Golkar menjadi bahan kajian menarik karena partai tersebut pernah mendominasi perpolitikan pada masa Orde Baru, tetapi menghadapi perubahan peta persaingan setelah Reformasi.
Mahasiswa, katanya, perlu mengetahui bagaimana partai politik membangun citra, mempertahankan loyalitas kader, memperluas dukungan, dan menyesuaikan strategi komunikasi dengan perubahan perilaku pemilih.
Sittiara Ungkap Dinamika Perolehan Kursi Golkar
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Partai Golkar Sulsel, Sittiara, menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa Unismuh Makassar.
Dalam pemaparannya, ia mengulas perjalanan Partai Golkar yang pernah menjadi salah satu kekuatan politik dominan di Sulawesi Selatan.
Menurut Sittiara, Sulawesi Selatan sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah dengan basis dukungan kuat terhadap Partai Golkar.
Namun, perkembangan politik setelah Reformasi membuat persaingan antarpartai semakin ketat.
Sittiara mencontohkan perubahan perolehan kursi Golkar yang dalam pemaparannya disebut pernah mencapai 18 kursi, kemudian menurun menjadi 14 kursi.
Penurunan tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan yang dihadapi Golkar dalam mempertahankan dukungan pemilih.
Menurutnya, munculnya partai-partai baru ikut memengaruhi konfigurasi kekuatan politik.
Sejumlah tokoh yang sebelumnya memiliki hubungan dengan Golkar kemudian terlibat dalam pembentukan maupun pengembangan partai politik lain.
Perkembangan itu membuat persaingan memperebutkan dukungan masyarakat semakin terbuka.
Sittiara juga menyoroti perubahan perilaku pemilih yang kini semakin memperhatikan figur calon, bukan hanya identitas partai politik.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut partai untuk menghadirkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat.
Golkar Sulsel Siapkan Kader Muda
Dalam dialog bersama mahasiswa, Sittiara menjelaskan sejumlah pendekatan yang dinilai penting untuk memperkuat kembali organisasi Golkar.
Salah satunya adalah mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui sejarah panjang partai, tetapi harus didukung kegiatan dan program yang dapat dirasakan manfaatnya.
Selain itu, keterlibatan generasi muda menjadi perhatian dalam pengembangan organisasi.
Sittiara menjelaskan bahwa anak muda perlu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan, terlibat dalam kegiatan organisasi, dan mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan.
Ia juga memperkenalkan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki keterkaitan dengan Partai Golkar.
Melalui organisasi tersebut, generasi muda dapat mengenal kegiatan kepemudaan, kepemimpinan, serta proses kaderisasi politik.
Sittiara turut menjelaskan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan organisasi.
Menurutnya, keberlangsungan partai tidak hanya ditentukan oleh popularitas seorang tokoh, tetapi juga oleh sistem organisasi, kerja sama kader, dan kemampuan menjaga soliditas internal.
Kepengurusan Baru Dipimpin Ilham Arief Sirajuddin
Dalam kesempatan itu, Sittiara juga memperkenalkan kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031.
Kepengurusan tersebut dipimpin Dr. Ir. Ilham Arief Sirajuddin, M.M., sebagai ketua.
Pengurus baru Golkar Sulsel dilantik di Hotel Four Points, Jalan Andi Djemma, Makassar, Ahad (25/10/2026).
Pelantikan dilakukan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kepengurusan baru tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan generasi muda.
Sittiara menyampaikan harapan agar penguatan organisasi dan kaderisasi dapat meningkatkan kembali dukungan masyarakat terhadap Golkar pada pemilu mendatang.
Mahasiswa Pertanyakan Strategi Politik Menuju 2029
Kuliah lapangan berlangsung dalam suasana dialog yang interaktif.
Mahasiswa mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai perubahan kekuatan politik Golkar, persaingan dengan partai lain, serta strategi komunikasi untuk menjangkau generasi muda.
Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana Golkar mempertahankan eksistensinya ketika masyarakat semakin mempertimbangkan figur calon dibandingkan identitas partai.
Mahasiswa juga menanyakan peta persaingan politik menjelang Pemilu 2029 dan langkah yang dilakukan Golkar untuk menarik perhatian pemilih muda.
Selain itu, sejumlah mahasiswa ingin mengetahui persyaratan menjadi anggota dan kader Partai Golkar.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai pentingnya program politik, penguatan kelembagaan, kaderisasi, dan komunikasi dengan masyarakat.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pembahasan tersebut menjadi kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana pengurus partai menyampaikan pesan politik dan menjelaskan strategi organisasinya kepada publik.
Mahasiswa Dapat Pengalaman Belajar Langsung
Kegiatan kuliah lapangan mendapat tanggapan positif dari mahasiswa peserta.
Mereka menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru karena dapat mendengarkan langsung penjelasan dari pengurus partai politik.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai tantangan organisasi partai, perubahan perilaku pemilih, serta pentingnya komunikasi politik dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Meski demikian, salah satu masukan mahasiswa adalah perlunya penambahan waktu diskusi agar peserta memiliki kesempatan lebih luas untuk mengajukan pertanyaan dan mendalami materi.
Muhammad Yahya berharap kegiatan kuliah lapangan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai dinamika politik Indonesia.
Menurutnya, pembelajaran komunikasi politik perlu dilaksanakan tidak hanya melalui kajian teori, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas lembaga politik.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analisis secara kritis terhadap strategi komunikasi partai, perilaku pemilih, kaderisasi, dan perkembangan demokrasi di Indonesia.(*)



