Alumni SMKN 9 Makassar Bentuk Kelompok Usaha Perikanan di Untia, Siap Kembangkan Ekonomi Nelayan

Sekitar 50 alumni SMKN 9 Makassar yang berdomisili di Pemukiman Nelayan Untia hadir sebagai peserta Musyawarah Pembentukan Kelompok Pengolahan Ikan, Penangkapan Ikan, dan Pembudidaya Ikan. Kegiatan yang dilaksanakan hari ini, Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Ruang Lab. Komputer SMKN 9 Makassar, Jl. Salodong No. 99, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan ekonomi alumni yang berasal dari keluarga nelayan dan petambak di Pemukiman Nelayan Untia Kota Makassar.
Kegiatan musyawarah yang menghadirkan delapan narasumber lintas sektor: yakni Sigit Hendra Waskita selaku Plt. Kepala SMKN 9 Makassar, Dr. Belqis Nawakil dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Sekertaris Lurah Untia, Rachmady Azis selaku Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Makassar, Andi Farida Penyuluh Perikanan bidang pengolahan hasil perikanan, Ibnu Malkan Hasbi Penyuluh Perikanan bidang perikanan tangkap, Rahma Hidayati Penyuluh Perikanan bidang budidaya ikan dan H. Andi Baso Mappaewa selaku Mitra bisnis KNMP Kelurahan Untia, yang juga merupakan Direktur PT. Global Maju Pratama.
Pembentukan kelompok bertujuan menghimpun alumni SMKN 9 Makassar dari keluarga nelayan dan petambak Untia agar memiliki wadah usaha kolektif yang legal, terstruktur, dan mudah mengakses program pemerintah. “Ini bentuk tanggung jawab sekolah memastikan alumni tidak putus mata rantai dengan dunia perikanan. Kami dukung penuh, dari pendampingan, proses produksi hingga akses pasar,” tegas Plt. Kepala SMKN 9 Makassar, Sigit Hendra Waskita.
Pemerintah Kelurahan Untia sangat mengapresiasi dan mendukung niat baik masyarakatnya yang juga merupakan alumni SMKN 9 Makassar untuk membentuk kelompok yang nantinya sangat diharapkan sinergi dengan KNMP dan masyarakat luas serta menjadi agregator pembangunan Pemukiman Nelayan Untia menjadi lebih baik kedepannya, tukas Sekertaris Lurah Untia.
Dalam musyawarah, peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai minat: pengolahan, tangkap, dan budidaya. Dr. Belqis Nawakil memaparkan materi “Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Usaha dan Pelaku Pendukung Sektor Kelautan dan Perikanan”, menekankan pentingnya badan hukum kelompok untuk akses KUR dan hibah sarana.
Selanjutnya Koordinator Penyuluh Rachmady Azis menegaskan arah pembentukan kelompok: “Kelompok ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Targetnya jelas: meningkatkan produksi, mutu, dan pendapatan. Penyuluh akan mendampingi kelompok mulai pembuatan proposal, proses produksi, sampai pemasaran.”
Tiga penyuluh teknis kemudian memberi pembekalan spesifik: Andi Farida untuk diversifikasi produk olahan, Ibnu Malkan Hasbi terkait alat tangkap ramah lingkungan, dan Rahma Hidayati mengenai teknologi budidaya bioflok dan Aquaponik.
Sesi ditutup motivasi bisnis dari H. Andi Baso Mappaewa. Ia membagikan kisah sukses merintis usaha dari nol hingga mendirikan PT. Global Maju Pratama yang kini mengekspor hasil laut ke berbagai negara di dunia. “Kuncinya konsisten, mau belajar, dan masuk kelompok. Kalau anda sendirian berjuang, maka itu akan berat, tetapi kalau anda bersama dan berkolaborasi, maka anda akan menjadi kuat,” pesannya.
Usai musyawarah, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke unit bisnis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pemukiman nelayan Kelurahan Untia. Di lokasi, peserta melihat langsung pabrik Es, ABF dan Cold storage yang merupakan sistem rantai dingin yang sudah berjalan. Hasil musyawarah menyepakati terbentuknya tiga kelompok awal dengan struktur pengurus sementara. Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar bersama penyuluh berkomitmen mengawal proses registrasi pendaftaran kelompok dan memfasilitasi bantuan sarana produksi tahun 2026. (pantja)



