Evaluasi Gerakan Sekolah Asri di SMA Negeri 1 Parepare, Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Parepare, 7 Mei 2026 – Pelaksanaan Gerakan Sekolah Asri di SMA Negeri 1 Parepare tidak hanya terlihat dari indahnya taman dan lingkungan sekolah yang bersih, tetapi juga terbangunnya budaya positif yang telah menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Husni Mubarak, saat kegiatan evaluasi program yang dihadiri oleh tim dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII.
Menurut Husni, fondasi terciptanya sekolah yang asri dan bermartabat dimulai dari kegiatan paling dasar yang dilakukan setiap hari, bahkan sebelum jam pelajaran dimulai. “Sekolah asri itu kita bangun dari kebiasaan lebih awal, yaitu sebelum pukul 07.00 pagi. Setiap hari, kita ajak anak-anak untuk menghormati dan menghargai guru serta sesama melalui program Senyum, Sapa, Salam. Setelah itu, secara rutin kita laksanakan apel pagi setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Dari kebiasaan-kebiasaan positif inilah, kita lanjutkan dan tanamkan rasa cinta terhadap lingkungan, sehingga menjaga kebersihan dan keindahan sekolah menjadi bagian dari karakter mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dirancang secara terintegrasi, di mana pembentukan akhlak dan kepedulian lingkungan berjalan beriringan, bukan menjadi dua hal yang terpisah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga SMA Negeri 1 Parepare. Ia menilai bahwa keberhasilan program di sekolah ini tidak lepas dari konsistensi dalam menerapkan kebiasaan baik, terutama dalam hal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SMA Negeri 1 Parepare. Sekolah ini telah berhasil membangun budaya yang luar biasa, di mana rasa cinta terhadap kebersihan dan lingkungan sudah mendarah daging dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Ini adalah contoh terbaik dari implementasi Gerakan Sekolah Asri yang sesungguhnya,” ujar Baharuddin.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan pesan dan himbauan untuk terus meningkatkan kualitas program, khususnya dalam pengelolaan sampah. Ia mengajak seluruh guru dan siswa untuk mulai mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan di lingkungan sekolah.
“Saya mengajak kita semua, mulai dari guru hingga siswa, untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan siswa membawa botol minum atau tumbler dari rumah, sehingga tidak perlu membeli air minum dalam kemasan plastik. Selain itu, sekolah juga sudah memiliki tempat sampah terpilah, yaitu khusus untuk sampah plastik dan sampah organik maupun lainnya. Sistem ini harus terus dijaga dan dimaksimalkan agar pengelolaan sampah berjalan lebih efektif dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Evaluasi ini ditutup dengan peninjauan langsung ke berbagai titik area sekolah, di mana terlihat jelas penerapan sistem pemilahan sampah dan suasana lingkungan yang tertata rapi, bersih, dan nyaman sebagai tempat menuntut ilmu. (Aldhyhumascabdinpendwillviii)



