Anggaran Berbasis Data, Kunci Peningkatan Mutu yang Nyata — Tegas Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII

PAREPARE — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, menegaskan pentingnya penyusunan ARKAS 2027 yang berbasis Rapor Pendidikan bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan kebutuhan mendesak bagi setiap satuan pendidikan.
Dalam arahannya membuka kegiatan, ia menyampaikan bahwa selama ini perencanaan sekolah sering kali belum sepenuhnya berakar dari data yang sebenarnya.
“Kita sering menyusun program berdasarkan kebiasaan atau apa yang dianggap penting, tanpa benar-benar melihat kondisi nyata di sekolah. Rapor Pendidikan hadir untuk menjawab kekosongan itu — ia adalah cermin yang jujur tentang apa yang sudah kita capai dan mana yang masih perlu diperbaiki,” ujar Baharuddin.
Lebih jauh, ia menekankan keterkaitan yang tak terpisahkan antara perencanaan anggaran dan penilaian akreditasi.
“Saat ini, BAN-S/M sudah menggunakan data Rapor Pendidikan sebagai dasar utama penilaian. Jika rencana kerja dan anggaran kita tidak menjawab kelemahan yang teridentifikasi di sana, maka kita belum siap diakui kualitasnya. Akreditasi bukan lagi soal dokumen yang rapi, melainkan bukti nyata perbaikan yang kita lakukan berdasarkan data,” jelasnya.
Kehadiran Handia Asyik, Kepala SMA Negeri 8 Pinrang, yang bertindak sebagai pemantik dalam sesi kegiatan.
“Perubahan dimulai dari kesadaran: anggaran bukan sekadar angka, melainkan alat untuk mewujudkan perbaikan yang nyata bagi siswa kita,” ucapnya.
Lanjutnya, “Di sekolah kami, Rapor Pendidikan sudah menjadi acuan utama. Ketika kita tahu persis di mana letak tantangannya, kita tidak lagi menebak-nebak ke mana dana harus dialokasikan. Ini bukan beban tambahan, justru mempermudah kita bekerja lebih terarah dan terukur,” ujar Handia.
Ia menambahkan, kebersamaan antara Cabang Dinas dan sekolah-sekolah di Pinrang menjadi kunci keberhasilan. “Kami siap berkolaborasi. Panduan dari Cabang Dinas menjadi arah, sementara kami di sekolah yang melaksanakannya. Dengan data yang benar dan anggaran yang tepat, mutu pendidikan di Pinrang pasti akan terus meningkat,” pungkasnya.
“Setiap rupiah yang dialokasikan harus memiliki tujuan yang jelas — menutup kesenjangan yang terlihat di Rapor Pendidikan. Anggaran yang disusun berbasis data adalah tanggung jawab. Ia menunjukkan kesungguhan kita mendidik anak-anak di daerah ini,” tegas Handia
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIIi, menutup dengan harapan agar hasil kegiatan ini tidak berhenti di atas kertas.
“Kembalilah ke sekolah masing-masing, analisis Rapor Pendidikan Anda, dan buatlah rencana yang benar-benar menjawab kebutuhan siswa. Itulah bentuk tanggung jawab kita,” pungkas Baharuddin ( Aldhyhumascabdinpendwilviii)



