CEO Jepang Lirik Pinrang, SMKN 2 Pinrang dan LPK OSIN Bangun Kemitraan Strategis dengan SMA/SMK se-Kabupaten Pinrang Menuju Pasar Kerja Internasional

PINRANG – Peluang kerja internasional bagi lulusan SMA/SMK di Kabupaten Pinrang semakin terbuka. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Persiapan Kerja ke Jepang bagi Lulusan Kelas XII sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LPK OSIN (Sending Organization) dan SMA/SMK se-Kabupaten Pinrang yang berlangsung di Lantai 2 Edotel SMKN 2 Pinrang, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Pinrang, Andi Suriamma Pasinringi; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd.; Pengantar Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Pinrang, Ahmad Iqbal, S.Sos., M.M.; Pengawas Pembina SMK Kabupaten Pinrang, Hj. Nurwati, S.Pd., M.M.; Ketua Komite SMKN 2 Pinrang, Drs. H. Aswadi Haruna, M.M.; Kepala SMKN 2 Pinrang, H. Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd.; Pimpinan LPK OSIN, Ediyanto; serta tamu istimewa dari Jepang, CEO Nichi Cooperation, Hirata Akira, dan General Manager Nichi Cooperation, Hirata Keiko, bersama kepala sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA/SMK se-Kabupaten Pinrang.
Suasana penyambutan berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Tamu dari Jepang disambut dengan Tari Paduppa, tarian tradisional Bugis yang melambangkan penghormatan dan sukacita dalam menyambut tamu. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh Andi Suriamma Pasinringi dan Baharuddin Iskandar.
Keunikan penyambutan semakin terasa ketika pembawa acara dari SMKN 2 Pinrang, Fatimah, membuka acara menggunakan bahasa Jepang sekaligus memperkenalkan Tari Paduppa dalam bahasa Jepang. Sebelum memasuki Gedung Edotel, para tamu juga disambut yel-yel penuh semangat oleh peserta Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang LPK OSIN.
Nuansa budaya Bugis semakin kental karena para penari, pembawa acara, dirigen, dan pembaca doa yang seluruhnya merupakan siswa SMKN 2 Pinrang mengenakan pakaian adat Bugis. Hal tersebut menghadirkan suasana hangat, ramah, serta mencerminkan nilai sipakalebbi, yakni budaya saling menghormati.
Dalam laporannya, Kepala SMKN 2 Pinrang, H. Abdul Kadir, menegaskan pentingnya peran sekolah melalui Humas dan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam mendampingi peserta didik merencanakan karier.
“Peran sekolah, terutama Humas dan BKK, sangat penting untuk memberikan informasi ketenagakerjaan kepada siswa maupun alumni sehingga sekolah benar-benar menjadi pusat informasi dan pendampingan karier bagi peserta didik,” ujarnya.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Baharuddin Iskandar memaparkan perkembangan data guru dan peserta didik dalam tiga tahun terakhir. Ia berharap setiap sekolah mampu memetakan minat peserta didik sejak dini, apakah akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Andi Suriamma Pasinringi memberikan apresiasi kepada SMKN 2 Pinrang yang telah menjalin kerja sama dengan LPK OSIN dalam membuka peluang kerja ke Jepang.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasar kerja domestik. Kerja sama SMKN 2 Pinrang dengan LPK OSIN merupakan langkah yang tepat untuk membuka peluang kerja internasional, khususnya ke Jepang, bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Ia juga menitipkan harapan kepada Pimpinan LPK OSIN agar aspek perlindungan tenaga kerja Indonesia di Jepang menjadi perhatian utama sehingga kerja sama ini dapat terus berkelanjutan.
Momen yang paling berkesan terjadi ketika CEO Nichi Cooperation, Hirata Akira, menyampaikan sambutannya yang diterjemahkan oleh Pimpinan LPK OSIN.
“Saya tak bisa berkata apa-apa. Saya sangat terharu dengan sambutan luar biasa dari masyarakat Pinrang,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Hirata Akira menjelaskan bahwa Jepang saat ini menghadapi penurunan angka kelahiran yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja. Karena itu, pihaknya bersama LPK OSIN akan memastikan hanya perusahaan-perusahaan di Jepang yang benar-benar menghargai dan melindungi para pekerja yang menjadi mitra penempatan tenaga kerja Indonesia.
Usai sambutan, Pimpinan LPK OSIN, Ediyanto, memaparkan program kerja ke Jepang, termasuk skema dana talangan bagi calon peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU yang diwakili oleh SMKN 8 Pinrang dan SMAN 1 Pinrang sebagai representasi SMA/SMK se-Kabupaten Pinrang.
Pada sesi diskusi, Pengawas Pembina SMK Kabupaten Pinrang, Hj. Nurwati, mempertanyakan mekanisme dana talangan apabila peserta batal diberangkatkan karena kondisi yang tidak diinginkan, seperti mengalami kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Ediyanto menjelaskan bahwa setiap program memiliki risiko. Oleh karena itu, apabila terjadi kondisi di luar kemampuan peserta sehingga keberangkatan dibatalkan, peserta tidak akan dibebankan pengembalian dana talangan.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh Kepala SMKN 8 Pinrang, SMKN 5 Pinrang, dan SMKN 9 Pinrang yang menyatakan kesiapan sekolahnya menjadi lokasi sosialisasi program LPK OSIN kepada siswa maupun masyarakat di sekitar sekolah agar semakin banyak generasi muda memperoleh informasi mengenai peluang kerja ke Jepang melalui skema dana talangan.
Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Pinrang tidak hanya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri internasional, tetapi juga menjadi pelopor dalam membuka akses kerja global bagi lulusan SMA/SMK di Kabupaten Pinrang dengan tetap mengedepankan pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah. (nr_humas)



