Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Sekolah, Mahasiswa KKN Keperawatan STIK Makassar Berikan Edukasi Pertolongan Pertama dan Mitigasi Bencana di SMAN 8 Pinrang

PINRANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Keperawatan STIK Makassar memberikan edukasi kesehatan dan keselamatan kepada warga SMAN 8 Pinrang melalui kegiatan penyuluhan yang berlangsung di Aula SMAN 8 Pinrang, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan peserta didik dari setiap kelas. Edukasi tersebut mencakup tiga materi utama, yakni penanganan choking (tersedak) dan pingsan, praktik pertolongan pertama, serta mitigasi bencana kebakaran.
Materi pertama disampaikan oleh Zakia yang membahas penanganan choking dan pingsan. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai penyebab, tanda-tanda, serta langkah awal yang perlu dilakukan ketika menjumpai seseorang yang mengalami tersedak atau kehilangan kesadaran.
Selanjutnya, materi kedua tentang praktik pertolongan pertama disampaikan oleh Irwansyah. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai tindakan pertolongan pertama dalam menghadapi kondisi darurat sebelum korban memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Materi ketiga disampaikan oleh Amalia Istiqamah dengan topik mitigasi bencana kebakaran. Materi ini menekankan pentingnya mengenali potensi bahaya kebakaran, memahami langkah pencegahan, serta mengetahui tindakan penyelamatan diri dan prosedur evakuasi ketika terjadi kebakaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh mahasiswa KKN Keperawatan STIK Makassar lainnya, yakni Sri Wahyuni, Alfiany Mhutmainnah, Nurhalisa, dan Memet Tonoy. Kehadiran seluruh mahasiswa KKN menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap kesehatan serta keselamatan lingkungan.
Kepala SMAN 8 Pinrang, Handia Asyik, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Keperawatan STIK Makassar atas edukasi yang diberikan kepada peserta didik.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi warga sekolah, khususnya dalam menambah wawasan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, baik yang berkaitan dengan kesehatan maupun bencana kebakaran.
Pihak sekolah berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perguruan tinggi. Pengetahuan tentang pertolongan pertama dan mitigasi bencana merupakan bekal penting bagi peserta didik untuk membangun budaya peduli, tanggap, dan tangguh terhadap berbagai risiko di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, SMAN 8 Pinrang terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah.#Humas



