Daerah

Asa Tanpa Batas: Perjuangan Pendidikan di SLB-C Makassar

Pendidikan adalah hak mutlak bagi setiap anak bangsa, tanpa memandang kondisi fisik maupun mental. Di tengah keterbatasan, semangat untuk mencerdaskan anak-anak berkebutuhan khusus terus berkobar. Berikut laporan selengkapnya mengenai potret dedikasi pengajar di SLB-C dalam membimbing siswa tunagrahita dan autis.
Kesetaraan dalam mengenyam bangku sekolah merupakan hak dasar yang harus dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, baik siswa reguler maupun mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Pemandangan ini terlihat nyata di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang fokus mendidik siswa Tunarungu, Tunagrahita, hingga siswa dengan kondisi autis atau ADHD.


​Di SLB-C Makassar, proses belajar mengajar menjadi sebuah tantangan sekaligus pengabdian. Sebanyak 55 siswa dari berbagai tingkatan—mulai dari 20 siswa SD, 15 siswa SMP, hingga 20 siswa SMA—setiap harinya berjuang melampaui keterbatasan mereka demi meraih cita-cita.
​SOT (SOUND ON TAPE) – ILYAS IBRAHIM, S.Pd
Kepala SLB-C Makassar, Ilyas Ibrahim, S. Pd mengatakan, dalam mendidik siswa berkebutuhan khusus, diperlukan guru yang memang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa (PLB). Selain kompetensi, mental yang kuat dan pendekatan persuasif sangatlah penting agar pesan pembelajaran bisa sampai kepada para siswa.


Dengan kekuatan tim yang terdiri dari 6 orang guru, dibantu 4 staf administrasi, serta tenaga pendukung sekolah, SLB-C berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Ilyas Ibrahim, sosok Kepala Sekolah yang dikenal ramah dan supel ini, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme para siswa.
​Meski menghadapi hambatan berpikir, semangat para siswa tidak pernah padam. Pihak sekolah berharap ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mandiri dan berkembang di masyarakat.
“Kami berharap apa yang mereka dapatkan di sini bisa membuat mereka terus berkembang. Kita ingin mereka mencapai cita-citanya tanpa harus terhalang oleh kekurangan yang dimiliki,” ujar Ilyas Ibrahim.
Pendidikan inklusif bukan sekadar memberi ruang, namun tentang memberikan kepercayaan bahwa setiap anak memiliki potensi yang sama untuk bersinar dengan caranya masing-masing. (Heryanto)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda