Rapat Terbatas Persiapan Adiwiyata, Cabang Dinas Pendidikan Wil VIII Tekankan Ini Bukan Sekadar Program Tapi Kebutuhan

PAREPARE – Dalam rangka mempersiapkan pencalonan sekolah Adiwiyata Kota Parepare tahun 2026, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII menggelar rapat koordinasi yang bersifat terbatas. Kegiatan ini dihadiri Kepala Sekolah dan beberapa guru yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program lingkungan.
Rapat yang diselenggarakan untuk menyamakan persepsi dan menyusun strategi kerja ini dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam gerakan Adiwiyata tidak boleh dipandang sebagai kegiatan formalitas atau program sementara saja.
“Adiwiyata itu bukan program, tapi kebutuhan sekolah. Ini adalah upaya agar seluruh warga sekolah terbiasa menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan pada akhirnya membentuk pribadi yang memiliki karakter baik, disiplin, serta rasa tanggung jawab yang tinggi,” tegas Baharuddin di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan, tujuan utama dari Adiwiyata adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, hijau, dan nyaman, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari kondisi lingkungan yang terawat dengan baik.
Oleh karena itu, persiapan yang dilakukan harus menyentuh seluruh aspek kegiatan sekolah, bukan hanya sekadar penataan taman atau halaman saja.
✅ SMA NEGERI 1 PAREPARE SIAP MENGAJUKAN DIRI
Salah satu sekolah yang hadir dan menyatakan kesiapan penuh dalam rapat tersebut adalah SMA Negeri 1 Parepare. Kepala SMA Negeri 1 Parepare, Muhammad Ansar, yang turut mendampingi perwakilan sekolahnya menyampaikan komitmen kuat untuk menyukseskan target tersebut.
“Kami sangat menyambut baik pertemuan ini. Pihak sekolah bertekad untuk menyukseskan program Adiwiyata, khususnya di lingkungan SMA Negeri 1 Parepare. Saat ini kami sudah mulai menyusun berbagai persiapan secara bertahap, baik dari sisi dokumen, penataan fisik lingkungan, maupun pembiasaan perilaku warga sekolah,” ujar Muhammad Ansar.
Ia menjelaskan bahwa persiapan yang sedang dilakukan akan terus dimatangkan agar sekolahnya memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan, sehingga dapat segera diajukan sebagai calon penerima predikat Adiwiyata pada tahun 2026 mendatang.
“Kami berharap apa yang kami persiapkan saat ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil. Kami ingin membuktikan bahwa sekolah kami mampu menerapkan konsep sekolah peduli dan berbudaya lingkungan secara menyeluruh,” tambahnya.
🎯 FOKUS KERJA DAN HARAPAN
Karena sifatnya yang terbatas, rapat ini lebih difokuskan pada pembahasan teknis, penyampaian panduan, serta penyelesaian kendala yang mungkin dihadapi sekolah. Baharuddin Iskandar berharap peserta yang hadir dapat menjadi motor penggerak dan menyampaikan hasil pertemuan ini kepada seluruh warga sekolah di masing-masing institusi.
“Kalian yang hadir hari ini adalah ujung tombak di sekolah masing-masing. Teruslah bekerja dengan semangat, libatkan semua pihak, dan jadikan Adiwiyata sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar target yang ingin dicapai,” pungkas Baharuddin menutup kegiatan.
(Aldhyhumascabdinpendwilviii)



