Usai Ujian, SMAN 11 Pinrang Fokus Karantina Tahfidz Juz 30

Pinrang, 10 Juni 2026 – Suasana aula UPT SMAN 11 Pinrang terlihat berbeda pagi ini. Jika sebelumnya riuh dengan tanya jawab soal ujian, kini tampak ratusan siswa duduk rapi bersiap menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Usai melaksanakan asesmen akhir kelas dan XI, sekolah ini resmi memulai program karantina dan uji tahfidz Juz 30 sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Kegiatan ini berlandaskan imbauan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Sulawesi Selatan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan keagamaan.
Kepala UPT SMAN 11 Pinrang, Syaifuddin, menyebut momen pasca ujian ini dipilih agar siswa bisa lebih fokus tanpa beban materi pelajaran yang padat.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai di atas kertas, tapi juga memiliki bekal akhlak dan hafalan yang bermanfaat seumur hidup. Bagi yang belum lancar membaca, dibimbing perlahan. Yang sudah hafal, dimantapkan lewat murojaah setiap hari,” ujarnya usai pembukaab acara, Rabu (10/6).

Selama program berlangsung , para guru memiliki peran ganda: di samping membimbing siswa, mereka juga menyelesaikan pengisian rapor secara daring. Sementara itu, jadwal siswa diisi penuh dengan kegiatan keagamaan—mulai menambah hafalan baru, mengulang ayat yang pernah dihafal, hingga menyetorkannya satu per satu di hadapan guru pembimbing.
Salah satu siswi kelas XI, mengaku senang dengan kegiatan ini.
“Biasanya kalau habis ujian langsung libur dan lupa hafalan. Di sini ada jadwal tetap, jadi lebih teratur. Targetnya sih selesai semua Juz 30 sebelum masuk tahun ajaran baru,” katanya sambil memegang catatan hafalan.
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Baharuddin Iskandar. Ia berharap program serupa bisa terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain agar generasi muda Sulawesi Selatan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus beriman.
“Targetnya jelas: semua siswa tuntas menghafal Juz 30. Ini bukan sekadar kewajiban, tapi investasi masa depan mereka,” tambahnya.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan bisa diperpanjang jika tsrget tak tercapai dengan pemantauan ketat agar setiap siswa mendapatkan perhatian dan bimbingan yang sesuai kemampuannya. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)



