Daerah

Peneliti LP3M Unismuh Rumuskan Model Pengelolaan Narasi Digital Pariwisata Makassar

Makassar. Tim Peneliti LP3M Unismuh Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Desain Collaborative Governance dalam Smart Tourism Branding: Framing Narasi Media Digital untuk Penguatan Citra Destinasi Pariwisata Kota Makassar”, di New World Cafe, Makassar, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan menyusun model tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dalam pengembangan pariwisata Kota Makassar melalui penguatan narasi media digital.
FGD dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar, Dr. Syukri, S.Sos., M.Si. Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata membutuhkan sinergi berbagai pemangku kepentingan agar mampu menghasilkan citra destinasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ia mengatakan hasil diskusi akan menjadi bahan penyusunan naskah akademik yang selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai rekomendasi kebijakan pengembangan pariwisata.
“Forum ini menjadi ruang untuk menghimpun berbagai perspektif dalam merancang model kolaborasi yang dapat memperkuat branding pariwisata Kota Makassar,” ujarnya.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Muhammad Yahya, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Makassar, namun belum diikuti dengan pengelolaan narasi digital yang terintegrasi.
Menurutnya, citra destinasi saat ini dibangun oleh banyak aktor, mulai dari pemerintah, pelaku industri, media massa, komunitas, kreator konten, hingga wisatawan. Keragaman aktor tersebut menjadi kekuatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan fragmentasi pesan apabila tidak dikelola melalui mekanisme kolaboratif.
“Karena itu diperlukan desain collaborative governance yang mampu mengoordinasikan framing narasi media digital agar citra pariwisata Makassar terbentuk secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.
Muhammad Yahya menjelaskan, penelitian tersebut memiliki tiga sasaran utama, yaitu memetakan aktor dan mekanisme kolaborasi dalam smart tourism branding, mengidentifikasi pola framing narasi digital mengenai destinasi wisata Makassar, serta merumuskan model operasional pengelolaan narasi digital yang dapat diterapkan oleh pemerintah bersama para pemangku kepentingan.
Ia menambahkan, FGD menjadi bagian penting dalam proses penelitian karena melibatkan berbagai unsur sebagai mitra strategis untuk memberikan masukan terhadap rancangan model yang disusun.
Tim peneliti terdiri atas Dr. Muhammad Yahya, M.Si., Andi Herenal Daeng Toto, S.E., M.M., Indah Pratiwi Manggaga, S.Sos., M.A., Riskasari, S.Sos., M.AP., Sitti Rahmawati Arfah, S.Sos., M.Si., dan Munawir, S.Ag.
Sementara itu, akademisi Dr. Syamsu Alam yang memandu jalannya diskusi menilai perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi mengenai destinasi wisata.
Menurutnya, kearifan lokal Sulawesi Selatan merupakan modal penting yang harus diangkat melalui narasi digital yang kreatif, autentik, dan konsisten sehingga mampu memperkuat identitas Kota Makassar sebagai destinasi wisata.
Peserta FGD berasal dari unsur Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bappeda, akademisi, peneliti, media massa, RRI Makassar, pelaku industri pariwisata, komunitas, serta kreator konten dan influencer.
Melalui penelitian ini, tim LPPM Unismuh Makassar menargetkan tersusunnya model Collaborative Governance dalam Smart Tourism Branding, publikasi pada jurnal internasional bereputasi, serta penyusunan policy brief dan roadmap implementasi yang dapat menjadi rujukan Pemerintah Kota Makassar dalam penguatan citra destinasi pariwisata berbasis media digital.***

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda