Berita

Daurah Tahfidz Al-Qur’an Juz 30, Upaya Strategis Meningkatkan Literasi Al-Qur’an Guru PAI Sulawesi Selatan

Upaya memperkuat kompetensi literasi Al-Qur’an di kalangan pendidik terus mendapat perhatian serius di Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Daurah Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melalui MGMP PAI SMA, SMK, dan SLB Provinsi Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan Andalan Academy.
Kegiatan yang berlangsung selama 40 hari, mulai 5 Agustus hingga 10 September 2026, ini diikuti oleh 620 guru Muslim, baik ASN maupun non-ASN, yang berasal dari satuan pendidikan negeri dan swasta di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Daurah ini tidak semata-mata diarahkan pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional dan spiritual guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus menghafal Juz 30 secara baik dan benar.
Penguatan literasi Al-Qur’an bagi guru memiliki posisi yang sangat penting. Guru PAI bukan hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai figur teladan yang diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam praktik pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an secara baik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan kompetensi guru. Lebih jauh, hafalan Juz 30 diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan guru dengan Al-Qur’an, yang pada akhirnya dapat ditransformasikan menjadi budaya Qur’ani di lingkungan sekolah.
Diikuti Guru PAI dari Seluruh Sulawesi Selatan
Daurah Tahfidz adalah salah satu bentuk ikhtiar yang sangat strategis bagi para guru dan tenaga pendidik di Sulawesi Selatan. Kegiatan positif ini diharapkan terus berlanjut bahkan menjadi agenda tetap demi kesinambungan pembinaan para guru PAI Se Sulwesi Selatan. Hal ini diungkapkan oleh oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan H. Andi Ikbal Najamuddin SE., M.Si, saat membuka kegiatan ini secara resmi. Beliau mendukung penuh kegiatan yang dianggap cerdas terhadap peningkatan kompetensi guru PAI di lingkungan pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
Ketua Panitia Daurah Tahfidz Al-Qur’an Juz 30, Muzakkir, S.Ag., Gr., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan perdana tersebut diikuti oleh sebagian besar guru PAI yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, tingginya partisipasi guru menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus semangat yang kuat dari para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi literasi Al-Qur’an.
Secara teknis, penyelenggaraan kegiatan, termasuk pelatih dan administrasi, dikoordinasikan melalui pengurus MGMP PAI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang mendapatkan penugasan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Model pelaksanaan yang melibatkan MGMP kabupaten/kota tersebut sekaligus menjadi bentuk penguatan komunitas profesional guru. MGMP tidak hanya menjadi ruang berbagi praktik pembelajaran, tetapi juga dapat berkembang menjadi ekosistem pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan.
Mendapat Dukungan Lintas Lembaga
Pembukaan Daurah Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 turut dihadiri oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS), Sofyan, S.Kom., M.M.
Kehadiran unsur Kementerian Agama menunjukkan adanya dukungan dan sinergi antarlembaga dalam memperkuat kualitas pendidikan agama di Sulawesi Selatan. Penguatan pendidikan Al-Qur’an membutuhkan kolaborasi yang tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi juga menyentuh peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru sebagai aktor utama pendidikan.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru PAI di lingkungan pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
Batch Pertama dan Akan Berlanjut
Daurah Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 ini merupakan batch pertama dan direncanakan akan terus dilanjutkan pada batch berikutnya. Keberlanjutan program menjadi penting agar kesempatan pengembangan kompetensi tidak hanya dinikmati oleh peserta pada angkatan pertama, tetapi dapat menjangkau guru-guru lainnya di seluruh Sulawesi Selatan.
Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan kompetensi guru dapat dilakukan melalui pendekatan yang integratif: meningkatkan kemampuan akademik, memperkuat spiritualitas, membangun komunitas belajar, serta menghadirkan keteladanan dalam pendidikan.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, guru dituntut tidak hanya menguasai metodologi pembelajaran dan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi nilai yang kuat. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, kedekatan dengan Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepribadian pendidik yang berintegritas.
Daurah ini pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada tercapainya target hafalan Juz 30. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan guru yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin baik bacaan dan pemahamannya, serta mampu mentransformasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam proses pendidikan.
Dari guru yang mencintai Al-Qur’an, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafalnya, tetapi juga mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun karakter, toleransi, integritas, dan kehidupan sosial yang harmonis.
(Sudarmin Tandi Pora’, Wakil Ketua MGMP PAI SMA/SMK Sulawesi Selatan)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda